Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Kisruh Proyek Revitalisasi Rawa, KAMMI Malteng Datangi Pemkab

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Setelah lama tidak di demo oleh kelompok mahasiswa dan masyarakat, kini Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) melakukan aksi demonstrasi ke Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Pemkab Malteng).

Peserta demo dengan hanya 10 Orang, Jumat, 23/8/19, bergerak mulai dari depan Pasar Binaya Masohi,  pukul 10.30, sambil berorasi pendemo berjalan menuju Kantor Bupati Malteng. Dengan spanduk yang bertuliskan “Infrastruktur Megah,  Rakyat Menagih Janji.”Di depan Kantor Bupati dan dihadapan Pegawai Pemkab Malteng,  pendemo bergantian berorasi,  dengab nada mengecam kebijakan Bupati Malteng Tuasikal Abua, SH yang tidak berpihak kepada rakyat dan tidak menepati janjinya.

“Proyek revitalisasi rawa kampung kodok untuk memperindah Kota Masohi, meninggalkan duka bagi masyarakat yang ada di kampung kodok khususnya bagi delapan kepala keluarga yang tergusur kehilangan tempat tinggal.Dan sampai sekarang masih diterlantarkan oleh Pemkab Malteng dengan janji yang tidak jelas, kapan mereka bisa menempati rumah tinggal yang dijanjikan. Karena janji yang tidak ditepati,  satu keluarga darai delapan keluarga yang tergusur,  harus hijrah ke Kota Ambon untuk mencari jalan hidup mereka,  meski harus tinggal mengontrak atau menumpang dengan keluarga yang lain, ” teriak Ketua KAMMI Malteng Irwin Tabang dalam orasinya.

Menurutnya,apa yang dibanggakan di Malteng,sementara masyarakat miskin masih menjerit dan tergusur akibat pembangunan.

“Kita bangga dengan pembangunan yang sudah bagus, namun jika rakyat masih menjerit dan tergusur akibat pembangunan. Delapan kepala keluarga dan SMA Matlaul’Anwar adalah potret keprihatinan daerah ini,  rakyat miskin dan pendidikan di abaikan. Harusnya Pemkab Malteng, Bupati Tuasikal Abua, SH dan Sekda DR. Rakib Sahubawa, sadar dengan janji mereka,  yang seharusnya memperhatikan masyarakat yang tergusur dan menyelamatkan pendidikan SMA Matlaul’Anwar, “protesnya.

Sementara itu Sekretaris KAMMI Maluku Fitmatan, dalam orasinya mengatakan bahwa, Bupati Malteng Tuasikal Abu, SH dan Sekdanya DR. Rakib Sahubawa. telah berhiyanat terhadap diri mereka sendiri. Sebab pada saat kami demo tahun 2018 dan beraudens dengan Bupati,  berjanji bahwa SMA akan direlokasi ke derah yang lebih layak termasuk relokasi terhadap delapan kepala keluarga yang tergusur.

“Buktinya janji itu sampai sekarang tidak terealisasi, padahal janjinya di APBD 2019 Relokasi SMA Matlaul’Anwar, ternyata tidak ada. Bupati telah membunuh pendidikan di Malteng, karena kondisi SMA Matlaul’Anwar yang tidak terurus dan terganggu dengan pembangunan proyek rawa kampung kodok,  ditahun ini yang mendaftar hanya enam orang,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya sebelum pembangunan proyek revitalisasi rawa kampung kodok dilaksanakan,  Pemkab Malteng menyiapkan relokasi baik relokasi SMA Matlaul’Anwar maupun delapan kepala keluarga yang digusur.

“Bukan sebaliknya, setelah masyarakat dan pendidikan digusur, barulah bingung mencari jalan keluar dimana delapan keluarga ditempatkan dan SMA dibiarkan tanpa kejelasan. Dan saat ini delapan kelapa keluarga di ungsikan di eks kantor Capil dan sudah sembilan bulan tidak ada kejelasan dimana mereka ditempatkan pada rumah yang dijanjikan Pemkab Malteng.  Yang ada hanya cuma janji dan tinggal janji,  realisasinya tidak ada, rakyat dibingnungkan dengan janjinya terus, ” tandasnya.

Setelah bergantian berorasi, pendemo berkeras untuk bertemu dengan Bupati dan Sekda,  meski didatangi oleh Asisten Dua Sekda Malteng Bahrun Kalauw, SH. Untuk menerima dan memberikan penjelasan bahwa Bupati,  Wakil Bupati dan Sekda tidak berada di tempat,  sementara berada di Jakarta. Para pendemo tidak terima dan pergi meninggalkan Kantor Bupati dan berjalan menuju Kantor DPRD Malteng.  Para pendemo berjanji akan kembali berdemo dengan kekuatan masa yang lebih besar dengan melibatkan delapan kepala keluarga yang tergusur.  (Uch)

129 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments