Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Rachmad Gobel : Tanpa Industri, Gorontalo Tetap Terbelakang

Faktanews.com (Daerah) – Gorontalo, Salah satu sektor yang memiliki peran strategis dan punya potensi besar untuk membuat perekonomian Gorontalo berkembang lebih maju, adalah sektor industri pengolahan barang jadi maupun barang setengah jadi (manufaktur). Sayangnya, sektor itu belum dijadikan sebagai instrumen utama untuk dalam menggerakkan perekonomian di daerah.

Data BPS menunjukkan, hingga tahun 2018, jumlah industri manufaktur berskala besar dan menengah di Gorontalo tercatat, hanya berjumlah 30 perusahaan saja. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah industri yang dimiliki provinsi maju. Ironisnya lagi, tak satu pun industri manufaktur yang ada di Gorontalo, yang skala dan operasinya menopang pengembangan komoditi pertanian unggulan daerah.

Menurut Rachmad Gobel, jumlah itu tidak memadai untuk membuat perekonomian Gorontalo bisa bergerak maju. Sehingga pertumbuhan industri manufaktur harus di genjot lagi. Beberapa provinsi maju di pulau Sulawesi rata-rata memiliki industri yang jumlahnya banyak dan bertumbuh dengan baik.

” Perekonomian Gorontalo tidak bisa bergerak maju, karena jumlah industri manufaktur berskala besar dan menengah itu hanya berjumlah 30 perusahaan saja. Ditambah lagi, tak satupun industri manufaktur yang skala dan operasinya dapat menopang pengembangan komoditi pertanian. Ini perlu digenjot lagi karena beberapa provinsi di Sulawesi dapat tumbuh dengan baik karena rata – rata memiliki industri yang berjumlah cukup banyak dan tumbuh dengan baik.” Kata Rachmad.

Untuk menuntaskan masalah kemiskinan di Gorontalo, kata Aleg terpilih untuk Dapil Gorontalo itu adalah   mengubah struktur perekonomian daerah dari pertanian konvensional ke industri manufaktur pertanian.

” Alasan untuk pentingnya mengubah struktur perekonomian kita dari basis pertanian ke berbasis industri, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang sering berfluktuasi, sebagai akibat dari berfluktuasinya produksi Jagung Gorontalo, saat terjadi musim kemarau panjang.” Terang Politisi Partai Nasdem itu.

Rachmad juga mengatakan bahwa sudah saatnya Gorontalo memberi nilai tambah terhadap produksi beberapa komoditi pertanian di daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan untuk pasar ekspor dalam maupun luar negeri.

” Nilai tambah yang dimaksud, adalah mengubahnya menjadi produksi barang jadi atau barang setengah jadi. Dengan begitu sektor industri tidak hanya menaikkan nilai produk namun akan memberi berdampak pula pada roda perekonomian daerah, sekaligus menjawab masalah pengangguran yang masih relatif tinggi,” Urai Rachmad.

Rachmad menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di daerah harus menunjang bagi bertumbuhnya industri daerah. Karena tanpa infrastruktur yang memadai sulit untuk mengajak investor untuk mau berinvestasi di Gorontalo.

” Agenda untuk menumbuhkan iklim industri Gorontalo itu, menjadi agenda prioritas yang akan diperjuangkan di DPR-RI nanti,” Tutup Rachmad. (FN02)

104 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments