Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Pelabuhan Tulehu Laksanakan Program Pilot Projek Sistem E-Tiket

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Pelabuhan Telehu Kecamatan Telehu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku, telah melaksanakan Program Pilot Projek Sistem E-Tiket yang diberlakukan untuk pelayaran dalam daerah yang dikelolah PT Pelayaran Darma Indah.

 

“Sudah dua minggu ini, Pelabuhan Tulehu berlakukan Sistem E-Tiket untuk setiap penumpang yang menggunakan jasa pelayaran kapal cepat, baik tujuan Pelabuhan Amahai Kecamatan Amahai, Pelabuhan Saparua Kecanatan Saparua dan Pelabuhan Banda Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Pemberlakuan sistem ini sesuai Program Pilot Projek Sistem E-Tiket yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), salah satu pelabuhan yang ada di Indonesia Timur yang ditunjuk untuk dipercayakan melaksanakan projek ini adalah Pelabuhan Telehu dari enam pelabuhan yang ada di Indonesia.” Hal ini disampaikan Kepala Sahabandar Pelabuhan Tulehu Capt.  Johan F. Siahaya, M. Mar, kepada wartawan di Dermaga Pelabuhan Tulehu, Sabtu, kemarin.

 

Dikatakannya, kepercayaan Kemenhub RI mempercayakan Pelabuhan Tulehu untuk melaksanakan Program Projek Pilot Sistem E-Tiket, tidak terlepas dari penilain dan kesiapan. Penilaian itu, salah satunya adalah jumlah arus penumpang yang menggunakan jasa pelayaran laut yang ada di Tulehu untuk setiap hari pelayaran, selaian itu kesiapan infra struktur dan kesiapan sumberdaya yang tersedia.

 

“Untuk penilaian arus penumpang setiap hari pelayaran kita memenuhi yakni untuk setiap hari rata-rata penumpang sekali berlayar sesuai manifes 700 penumpang, baik untuk tujuan Pelabuhan Ahamai, Pelabuhan Saparua dan Pelabuhan Banda. Selaian itu, kesiapan infra struktur pelabuhan yang cukup dan kesiapan sumber daya manusia yang tersedia, termasuk penilian bahwa Pelabuhan Tulehu adalah pintu masuk ke Kota Ambon untuk tiga Kabupaten masing-masing Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kabupaten Maluku Tengah,” terangnya.

 

Menurutnya, sistem pelaksanaan E-tiket, dikelolah secara langsung oleh pihak perusahan pelayaran yakni PT Pelayaran Darma Indah yang menyediakan operator, alat E-Tiket. Sementara pihak pelabuhan hanya menyediakan fasilitas loket, mesin Exrei dan Autoget masuk pelabuhan, dan ini semua sudah tersedia dan berjalan. “Seharusnya sejak tanggal 8 Desember 2018, Program Projek Pilot Sistem E-Tiket, sudah harus dilaksanakan, namun pihak perusahan belum menyediakan alatnya sehingga baru dapat berjalan di akhir Juni 2019 setelah perusahan siap dan menyediakan alatnya.

Projek ini masih dalam uji coba/sosialisasi hingga satu bulan dari sekarang dan dipantau oleh pihak Kemenhub RI, setelah itu baru akan di Lounching penggunakan Sistem E-Tiket, ” tandasnya

 

Selama ini sebelum diberlakukan sistem E-Tiket, lanjut Sihaya, masih menggunakan tiket manual, calon penumpang kapal cepat yang masuk di dermaga pelabuhan tulehu tidak tertib. Artinya ada penumpang yang naik ke kapal cepat tidak menggunakan tiket, selaian itu meski dalam daftar set penumpang penuh namun penjualan tiket masih dilakukan dan ini sangat berbahaya soal keselamatan penumpang.

 

“Awalnya pihak perusahan belum menerima penggunaan Sistem E-Tiket, bahkan perusahan mara dan terjadi adu pendapat saat beberapa kali rapat. Setelah dilakukan diberikan penjelasan bahwa jika sistem ini tidak dijalankan maka saya akan laporkan ke kementrina bahwa perusahan tidak melaksanakan Program Pilot Projek, namun setelah ada pengertian maka mereka dapat melaksabakan penjulan tiket Sistem E-Tiket.

 

Sekarang semua berjalan dengan baik dan tertib, tiket dijual sesuai daftar manifes, daftar set penuh loket ditutup, tidak ada lagi penumpang naik tidak menggunakan tiket. Tidak hanya itu, mobil juga tidak diperkenankan masuk sampai areal dermaga, termasuk mobil milik pejabag, sehingga tidak ada tebang pilih,” tegasnya.

 

Sihaya berharap, kepada para penumpang agar dapat mentaati aturan dan menjaga keamanan,  jangan membuat gerakan profokasi hanya karena ada antrian dalam sistem E-Tiket. Sebab itu semua untuk kebaikan dan kepentingan bersama, karena jika tidak terdaftar di manifes sipa yabg bertanggung jawab.

“Ini semua untuk kepentingan bersama, mari kita jaga keamanan bersama, kalau terjadi kecelakaan dilaut dan tidak terdaftar dalam manifes, siapa yang bertanggung jawab, mari kita taati bersama. Terkadang ada oknun pejabat yg ada tidak mau mentaati aturan, ada yg masuk sesukanya saja dengan mobil, padahal aturan semua sama diberlakukan,” ujarnya. (CHN)

103 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments