Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Krisis Air Bersih, Anggaran SPAM Untuk Gorut Dipertanyakan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo Utara,  Gubernur Gorontalo Drs. Rusli Habibie dalam mengupayakan tersalurnya air bersih ke suluruh provinsi. Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) yg direncanakan akan mengairi 3 Kabupaten di provinsi Gorontalo. Namun program yang berbandrol 51 milliar itu tak mempengaruhi keluh kesah masyarakat di salah Desa Bulango Raya Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara. 

 

Safitri Uwe masyarakat Desa Bulango Raya menuturkan krisis air bersih yg melanda desa sudah terjadi sejak dulu. Menurut Safitri, Desanya hingga sekarang belum terjamah dengan program air bersih manapun.

 

” Krisis air bersih ini sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum saya menikah,” tutur Safitri, Ibu dua anak itu.

 

Kata Safitri, Ketika memasuki musim Kemarau, seluruh sumur di Dusunnya akan mengalami kekeringan. Bahkan Safitri bersama suaminya harus mengambil air disebuah sumur yang berjarak 400 Meter dari rumahnya.

 

“Setiap hari, kami harus mengantri air di sumur yang kurang lebih 400 meter jauhnya. Terkadang kami harus menunggu berjam-jam hingga air sumurnya penuh lagi karena sudah habis saat di ambil,” Jelas Safitri.

 

Kepala Desa Bulango Raya Kisman Ahmad ketika ditemui awak media menjelaskan bahwa krisis air didesanya sudah pernah di sampaikan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara. menurut Kisman, Yang terparah berada di Dusun sebelah timur dengan penduduk berjumlah lebih dari 200 KK.

 

“PemKab Gorut, jika sudah musim kemarau kadang sering mengirimkan air dengan Menggunakan truk, air untuk keperluan konsumsi,” Terang Kades Kisman.

 

Namun, kata Kisman pasokan air bersih tersebut tak berlangsung lama, saat pasokan berhenti masyarakat kembali berjuang mencari air bersih sendiri kembali.

 

lebih lanjut Kisman mengungkapkan bahwa krisis air bersih terparah terjadi sejak 2 tahun lalu. Masyarakat Dusun Atas harus menempuh perjalanan ke dusun lain yang memiliki sumur suntik. Warganya menurut Kisman harus mendorong gerobak tempat membawa gelon-gelon air mereka.

 

” Ketika pasokan air bersih dari Pemkab berhenti, maka warga kami terpaksa hatus mencari air bersih lagi. Dan ini terjadi sejak krisis air bersih 2 Tahun lalu. akhirnya warga kami (dusun atas) harus mengambil air bersih didusun yang lain, dengan menggunakan jerigen yang diangkut gerobak,” ungkap Kisman.

 

Ditanyakan terkait program Desa tentang pengadaan air bersih, Kades Kisman menuturkan bahwa ada 4 sumur suntik yang di upayakan namun tetap saja kekeringan, serta tetap tak bisa air tak bisa di alirkan ke Dusun yg paling krisis tersebut.

 

“sudah ada sumur suntik, namun belum juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, untuk Dusun yang berada diatas air tak bisa mengalir, dan upaya untuk membuat sumur suntik di dusun tersebut tetap tak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat disekitarnya” Jelas Kades yang baru 5 bulan menjabat sebagai kepala Desa itu.

 

Pantauan Fakta News, Meski telah dilaksanakannya program sumur suntik di Desa tersebut, tetap saja masyarakat tak bisa sepenuhnya mendapatkan air bersih. Hal itu dikarenakan struktur dan ketinggian tanah di tiap dusun berbeda-beda.

 

Bahkan Hingga kini, Pemerintah belum mengupayakan program yang efisien dan efektif, di daerah yang dulu pernah di pimpin orang nomor satu di Bumi Serambi Madinah ini.(FN11)

114 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments