Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua DPRD Pohuwato Desak Penanganan Banjir Diprioritaskan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Persoalan banjir di Pohuwato, sampai dengan saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Bahkan memasuki musim penghujan seperti saat ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Pohuwato, Ahad (16/6) kemarin. Kembali tergenang Banjir. Tentu hal ini membuat Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Nasir Giasi angkat bicara.

Pimpinan lembaga representasi masyarakat Bumi Panua itu pun mendesak agar pihak-pihak yang berkompeten dalam menangani persoalan tersebut sesegera mungkin untuk melakukan penanganan. Salah satunya dengan memperbaiki tanggul sungai yang menjadi penyebab terjadinya banjir di beberapa desa di Kecamatan Patilanggio.

“Tentu pihak-pihak yang berkompeten harus lebih responsif untuk melakukan penanganan, sehingga banjir yang sering melanda bebearapa desa, di Kecamatan patilanggio tidak lagi terjadi. Bukan hanya itu saja, persoalan banjir diwilayah Paguat, Randangan hingga Popayato pun harus segera mungkin diatasi. Karena sejauh ini pembangunan pengendali banjir masih sangat kurang,” ujar Ketua DPRD Nasir Giasi,S.Pd,M.Si.

Lanjut Politisi Partai Golkar tersebut, Pihaknya juga mendesak agar pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi II dapat melakukan penanganan secara serius terhadap persoalan-persoalan yang saat ini menjadi penyebab terjadinya banjir di Pohuwato. Mengingat untuk kewenangan penanganan sungai dan pembangunan pengendali banjir, tidak bisa diintervensi secara menyeluruh oleh anggaran APBD.

“Berbicara kewenangan, tentu hal itu tidak bisa kita intervensi secara menyeluruh melalui anggaran daerah, sehingga kami di DPRD Pohuwato mendesak agar Balai Wilayah Sungai Sulawesi II bisa lebih serius dalam melakukan penanangan. Sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat yang menerima dampak banjir,” tandas Aleg Dapil I Marisa cs tersebut.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Suka Makmur Badrun Yonu. Dimana menurutnya, masyarkat di Kecamatan Patilanggio khususnya, sangat mengharapkan agar pihak Balai sungai untuk bisa secepatnya dapat menangani hal tersebut.

“Karena kami di 3 desa yang terdampak banjir hari ini, sangat mengalami kerugian. Bukan hanya beberapa fasilitas umum yang tergenang banjir, namun banjir kali ini sudah masuk ke pemukiman warga. Bahkan sejumlah lahan pertanian warga juga ikut terendam,” harap Badrun. (FN07)

28 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments