Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Syamsul Qamar Badu, Antara Penggilan Dan Ikuti Jejak Senior

Yanto Samarang : Jika Beliau Pak Syamsul Menjadi Calon Yang Notabenenya Hanya Titipan Dari Pak Gub, Maka Kami Menolak Keras

Faktanews.com (Opini) – Gorontalo, Siapa yang tak kenal Salah satu sosok yang pernah membuat Karya Ilmiah Jurnal Nasional Dynamics Analysis Model of Nature Tourism System Development in Bogani Nani Wartabone National Park of Gorontalo Province dan Rektor Universitas Gorontalo yang sejak Tanggal 14 November 2018 silam berakhir jabatannya.

 

Usai manapak karir didunia Pendidikan, Kini nama Syamsul Qamar Badu mulai di isukan akan mengikuti Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Ujung Barat Gorontalo, dimana pria Wisudawan S3 Tahun 2003 – 2009 Universitas Negeri Jakarta ini pun dinilai akan menghiasi tatanan Pesta Demokrasi Kabupaten Pohuwato yang akan dilaksanakan Tahun 2020 Mendatang.

 

Berbagai asumsi lahir tentang gaya kepemimpianan SQB dianggap mampu menjadikan Daerah yang bejuluk Bumi Panua akan menjadi lebih baik lagi, dikarenakan SQB pernah berhasil meneliti tentang Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Keterpaduan Kelompok, Motivasi Kerja dan Kemampuan Kognitif Terhadap Keefektifan Organisasi di Pemerintah Daerah Kabupaten-Kota Se Propinsi Gorontalo.

 

Akan tetapi, hal itu pun tidak menjadi satu hal yang paling mendasar, dimana menurut Salah satu Tokoh Pemuda Kabupaten Pohuwato, Yanto Samarang mengatakan, bahwa saat ini Posisi Syamsul Qamar Badu apakah memang benar adalah sebuah panggilan rakyat atau hanya ikut atau menginginkan sebuah karir seperti para senior yang berhasil menjadi Kepala Daerah.

 

“ Saya sudah mendengar tentang akan bergabungnya Pak Syamsul Qamar Badu di Pilkada Pohuwato Tahun 2020 mendatang, hanya saja saya pun ingin bertanya jika beliau memang ingin bertarung, apakah beliau maju dikarenakan sebuah Panggilan Rakyat atau hanya ingin ikuti jejak Pak Nelson yang berhasil menjadi Bupati Kabupaten Gorontalo 5 Tahun silam.?” Tanya Yanto

 

Yanto pun menambahkan tentang lahirnya opini bahwa Syamsul Qamar Badu yang akan mengikuti Kontestasi Pilkada Pohuwato ini sudah tersebar seantero Bumi Panua bahwa SQB adalah salah satu titipan  Rusli Habibie dan menjadi barter untuk Syarif Mbuinga untuk menduduki jabatan Ketua DPD 1 Golkar dan Menggantikan RH pada Posisi Gubernur Gorontalo

 

“ Saya pun sudah dari jauh-jauh hari sudah mendengarkan Opini bahwa kedatangan Pak Syamsul Qamar Badu adalah titipan Gubernur Gorontalo, entah ini benar atau tidak, yang jelas ketika Pak SQB menjadi Bupati Pohuwato posisi Ketua DPD 1 Golkar dan Kursi DM 1 Gorontalo akan menjadi milik Pak Syarif Mbuinga, jika memang demikian, maka selaku pemuda Bumi Panua saya menolak.” Tegas Yanto seraya menambahkan.

 

Bahwa didalam tubuh Bumi Panua masih melekat sebuah tradisi dimana tentang siapa yang akan menjadi pemimpin itu adalah seseorang yang pantas dan melihat masyarakat layaknya saudaranya, sehingga hal tersebut tidak bisa didapatkan oleh Syamsul Qamar Badu jika memang benar salah satu mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo ini hanyalah titipan.

 

“ Pada dasarnya kami di Pohuwato akan menghormati seorang Calon pemimpin yang dapat melihat kami layak keluarganya, jika beliau pak Syamsul menjadi Calon yang notabenenya hanya titipan dari Pak Gub, maka kami menolak keras, buat apa adanya Import Cakada jika seperti itu, hanya saja yang ingin saya pertegas kembali, bahwa kami yang ada dibagian Barat Gorontalo senantiasa memiliki banyak stock Cakada yang berkompeten.”Tutup Pria Kelahiran Paguat tersebut. (FN01)

296 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments