Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Menjelang PILKADA Pohuwato, Siapa Calon Berikutnya.?

Ciptakan Institusi PendidikanTerhadap Pemimpin, Atau Lahirkan Calon Yang Salah

Oleh : Jhojo Rumampuk

Faktanews.com (Opini) – Kabupaten Pohuwato, Menjadi sosok pemimpin yang didambakan adalah bagaimana sebuah keteladanan yang ia miliki berbanding lurus dengan pribadinya yang baik, etika moral yang dijaga serta mampu menempatkan kepentingan publik diatas segalanya, sebab tanpa kategori itu dirinya tidak bisa dikatakan seorang pemimpin, melainkan sosok penguasa yang congkak, sombong dan menganggap segalanya adalah miliknya sendiri.

 

Ketika kita mereview kembali kejadian-kejadian sebelumnya, terdapat banyak sekali kebijakan yang belumlah mampu menyentuh akar persoalan Daerah yang paling terdalam, yakni kemiskinan, sehingga ada berbagai aksi nekat yang ditimbulkan oleh masyarakat dengan menuntut sebuah kepastian. Sadar atau tidak kita memerlukan keteladanan pemimpin, oleh karena itu pabrikasi pemimpin adalah kerja rumah sendiri.

 

Dimana kita sebagai masyarakat dituntut harus mampu menciptakan institusi pendidikan yang melahirkan calon pemimpin yang melindungi bagaikan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, Bukan sosok pemimpin yang menggandrungi kekuasaan, tetapi pemimpin yang bisa melindungi rakyat dari himpitan persoalan hidup.

 

Kali ini, menjelang dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pohuwato pun menjadi sebuah pembahasan yang menarik, diaman banyak asumsi-asumsi lahir tanpa adanya sebuah penilaian pasti akankah Calon yang akan didukung memiliki kualitas, kuantitas serta kapabilitas sesuai dengan apa yang diharapkan oleh khalayak ramai.

 

Hal ini tentu akan berpengaruh kepada kepercayaan rakyat, karena jika tidak maka Kepentingan kalangan bawah oleh pemimpin itu hanya dikremasi diatas kertas berbentuk rancangan, tapi tidak teraplikasi secara nyata. Ketika ketidakpedulian birokrat seperti ini terus menggejala, maka apatisme rakyat terhadap pemimpin semakin mengakar kuat,  Akhirnya kepercayaan atas pemimpin akan meredup sehingga demokratisasi ternoda kembali karena suara rakyat bukan lah suara diatas kekuasaan pejabat, melainkan suara yang mengungguli kedaulatan rakyat.

 

Tentu ini akan merujuk pada terealisasinya janji-janji politiknya saat berkampanye dan melakukan sebuah analisa yang kuat dalam mengeluarkan kebijakan supaya kebijakan tersebut efektif dan sesuai dengan yang diinginkan masyarakat. Untuk itu kita memerlukan sosok pemimpin atau politikus yang peduli terhadap persoalan rakyatnya agar kesejahteraan yang selalu didengungkan dapat nyata terjadi.

 

Itulah wujud pimpinan dan politikus yang menghargai nilai-nilai kemanusian dengan merealisasikan pepatah demokrasi: dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sebab, meminjam pemikiran Ignas Kleden, ia mengatakan :”kalau demokrasi sebagai sitem politik , maka pemimpin yang demokratis adalah seorang yang berasal dari rakyat (bukan dari kalangan bangsawan), diawasi oleh rakyat (bukan mengawasi dirinya sendiri), dan bekerja untuk rakyat (bukan bekerja buat dirinya sendiri dan kelompok yang dekat dengan dirinya). Ini artinya, segala kebijakan yang ditawarkan pemerintah tidak boleh mencekik rakyat, karena pusat kekuasaan adalah terletak pada kehendak rakyat, bukan pada pundak pejabat.

 

Olehnya, Pemilukada Kabupaten Pohuwato akan menjadi sebuah contoh ditingkatan nasional, dimana dengan umur yang ke 16, Bumi Panua saat ini tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan bagian dari demokrasi yakni pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat, dimana Calon-Calon yang akan ikut berpartisipasi diharapkan mampu memegang amanah yang diberikan rakyat kepadanya, jangan hanya pada saat mempunyai kepentingan berlomba-lomba menyapa rakyat namun setelah mendapatkan kedudukan lupa akan rakyat, sebenarnya rakyat tidak banyak meminta karena yang diingin yakni kebijakan yang dikeluarkan mengatas namakan rakyat dengan melihat kebutuhan mendasar yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. (***)

 

393 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments