Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Usai Lakukan Inventarisir, KPU Pohuwato Musnahkan 12.170 Kertas Suara

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Demi menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta penyalahgunaan surat suara sisa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab pada Pelaksanaan Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bumi Panua lakukan pemusnahan kertas suara sisa dan rusak di halaman Kantor KPU pada pukul 24.00 Wita.

Pemusnahan ini dilakukan bersama beberapa pihak terkait, dimana rincian jumlah surat suara yang dimusnahkan, antara lain, Surat suara Presiden dan Wakil Presiden sebanyak 2.300 lembar. Surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebanyak 1.900 lembar. Surat suara DPR RI Dapil Gorontalo sebanyak 575 lembar. Surat suara DPRD Provinsi Gorontalo Dapil VI sebanyak 1.612 lembar. Surat suara DPRD Kabupaten Dapil I sebanyak 1.302 lembar. Surat suara DPRD Kabupaten Dapil II sebanyak 1.325 lembar. Surat suara DPRD Kabupaten Dapil III sebanyak 521 lembar serta Surat suara DPRD Kabupaten Dapil IV sebanyak 255 lembar.

Kepada beberapa awak media, Ketua KPU Pohuwato Rinto W. Ali mengatakan bahwa surat suara yang dimusnahkan tersebut merupakan jumlah total surat suara dari sisa surat suara dan jumlah surat suara yang rusak yang tidak bisa digunakan. Pemusnahan tersebut pun kata Rinto, dimana hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada serta menghindari penyalahgunaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Hari ini, tepatnya setelah dilakukan inventarisir oleh KPU Kabupaten Pohuwato, sebanyak 12.170 surat suara telah kami musnahkan. Tentu, sebelumnya kami pun telah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu maupun Polres sebelum melakukan pemusnahan. Tujuanya tidak lain untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan surat suara,” ucap Rinto.

ditambahkannya lagi, bahwa pihaknya telah melakukan kooordinasi dengan PLN Rayon Marisa agar pasokan listrik di setiap desa hingga kecamatan dapat terpenuhi, sebab KPU Pohuwato tidak memiliki Genset untuk mengantisipasi pemadaman.

“Bahkan kami meminta jaminan kepada PLN agar tidak ada pemadaman sehari sebelum hari pencoblosan sampai pada proses rekapitulasi ditingkat Kecamatan dan Kabupaten, dan hal itu pun sudah kita sepakati bersama Forkopimda. Alhamdulillah Senin kemarin, dalam kunjunganya pun, Pak Gubernur telah menekankan hal itu,” Ungkapnya seraya menambahkan.

Bahwa sebagai langkah antisipasi terhadap persoalan komunikasi di wilyah-wilayah yang sulit mendapatkan jaringan telekomunikasi, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) maupun Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Sehingga komunikasi ditingkat bawah bisa bisa terus berjalan.

“Kami sudah menyurati Pihak Telkom, terkait persaoalan jaringan telekomunikasi di wilyah-wilayah tertentu, itu sudah dikoordinasikan dengan KPU Provinsi. Tetapi sebagai langkah antisipasi dari kami, untuk wIlayah-wilayah yang sulit mendapatkan jaringan, akan di backup oleh ORARI maupun RAPI. Dan ini akan sangat membantu kita tentunya untuk melakukan koordinasi ditingkat bawah,” jelas Rinto.

Sementara itu, jumlah calon anggota Legislatif serta kuota kursi DPRD Kabupaten Pohuwato di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) antara lain.

Dapil I yang meliputi Kecamatan Marisa, Kecamatan Buntulia, Kecamatan Duhiadaa, Kecamatan Patilanggio memiliki jumlah Calon Anggota Legislatif sebanyak 113 calon, Dengan kuota 10 kursi. Dapil II yang meliputi Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo memiliki jumlah Calon Anggota Legislatif sebanyak 48 calon, Dengan kuota 4 kursi. Dapil III yang meliputi Kecamatan Lemito, Wanggarasi, dan Popayato grup memiliki jumlah Calon Anggota Legislatif sebanyak 84 calon, Dengan kuota 7 kursi. Sementara untuk Dapil IV yang meliputi Kecamatan Randangan dan Kecamatan Raluditi memiliki jumlah Calon Anggota Legislatif sebanyak calon sebanyak 40 calon, Dengan kuota 4 kursi.(TIM)

126 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments