Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Bertahan Ditengah Gempuran, Pileg 2019 Pertarungan Elektabilitas Partai

Akankah Golkar Pohuwato Dapat Pertahankan Mahkotanya ?

Faktanews.com (Politik) – Kabupaten Pohuwato, Menjelang detik-detik dilaksanakannya Perhelatan Pesta Demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2019 pada Rabu, (17/4), berbagai macam argumentasi lahir dikarenakan pada Kontestasi Pemilu kali ini menjadi ajang pertarungan Gengsi oleh beberapa Partai Besar.

 

“Menang Jadi Raja, Kalah Jadi Abu” adalah Kalimat yang pantas untuk disematkan pada Pemilu di Kabupaten Pohuwato april nanti, pasalnya, di Pemilihan Umum kali ini akan menjadi sebuah tolak ukur tentang siapa dan Partai apa yang akan menduduki Tahta DM 1 D pasca habisnya masa waktu 2 Periode Sang Raja dari Barat Gorontalo ini.

 

Menariknya, hal ini yang menjadi sebuah motivasi  dari sejumlah Partai Politik yang belum pernah memenangkan Kontestasi Pileg ditahun-tahun sebelumnya untuk menduduki jabatan sebagai Pimpinan DPRD Bumi Panua, dan tentu ini akan menjadi sebuah ancaman baru bagi Petahana yang sudah 4 Periode lamanya duduk disinggasana tersebut.

 

Dengan adanya target kursi sejumlah partai politik, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Nasdem untuk merebut kursi pimpinan DPRD, menjadi sebuah warning bagi Partai Golkar, Gerindra dan PDI Perjuangan sebagai Partai yang masuk dalam 3 besar pada Pemilu 2014 lalu.

 

Sehingganya, persaingan untuk memperebutkan kursi pimpinan DPRD kali ini pun kian terasa, tatkala 2 Partai Partai Politik yang sebelumnya belum pernah mendapatkan kursi pimpinan dewan, akan tampil All out untuk membidik posisi Pimpinan Legislator Bumi Panua dengan formasi 1 ketua dan 2 orang wakil ketua tersebut.

 

Hal ini seperti yang disampaikan Sekretaris DPC Partai PPP Kabupaten Pohuwato, Anwar Mustafa, AMTS,SE, Kepada Gorontalo Post, Senin (8/4) kemarin. Dimana menurutnya, Partai berlambang Ka’bah tersebut akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa meraih posisi pimpinan DPRD pada pemilu 2019 ini.

 

“Kami di Partai Persatuan Pembangunan Pohuwato sangat optimis untuk bisa meraih 1 kursi Pimpinan Dewan. Karena memang, kehadiran tokoh-tokoh besar Pohuwato di tubuh PPP serta keberadaan kader-kader muda yang patut untuk diperhitungkan, akan mampu meningkatkan elektabilitas PPP di Pohuwato,” ujar Anwar.

 

Lain halnya dengan Anwar Mustafa. Sekretaris DPC Partai Nasdem Kabupaten Pohuwato, Haris Hasan, menilai, pada Pemilu nanti, Partai Nasdem akan unggul dan masuk pada 3 besar pemenang pada pemilu 2019 ini, sehingga dirinya optimis target 1 fraksi di DPRD Kabupaten Pohuwato akan tercapai.

 

“Secara nasional target kita 3 besar, dan kami di Pohuwato pun yakin hal itu bisa kita capai. Kami juga optimis untuk 1 fraksi di DPRD Kabupaten Pohuwato bisa kami raih, sehingga untuk 1 kursi pimpinan Dekab jelas akan bisa kami rebut jika target 1 fraksi itu terpenuhi,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pohuwato Saipul A Mbuinga menyampaikan. Bagi partai Gerindra yang berhasil meraih 1 fraksi utuh pada pemilu sebelumnya, hal tersebut memang merupakan dinamika politik. Dimana masing-masing Parpol akan menentukan target yang akan dicapai. Sehingga bagi Gerindra Pohuwato, kesiapan serta kinerja Caleg di masing-masing daerah pemilihan (Dapil), tak terkecuali para Incumbent, merupakan kekuatan Partai untuk dapat mempertahankan atau bahkan menambah jumlah kursi di DPRD.

 

“Semuanya justru bukanlah harapan partai saja, akan tetapi ini merupakan perjuangan kami di Partai Gerindra. Dimana pada pileg nanti, mempertahankan atau menambah jumlah kursi yang ada sudah menjadi komitmen kami di daerah dalam menghadapi Pemilu 2019 ini,” tutur Saipul.

 

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pohuwato Syarif Mbuinga. Dimana menurutnya hal tersebut memang merupakan hal yang wajar dalam sebuah arena kompetisi. Mengingat partai-partai lain juga memiliki peluang, dan keinginan yang sama. Hanya saja, tentu masyarakat lah yang nantinya akan menilai.

 

“Itu merupakan hal yang biasa saja terjadi pada sebuah kontestasi. Karena dalam sebuah arena kompetisi bahwa Partai lain pun mempunyai keinginan yang sama, peluang yang sama, dan itu sah-sah saja dalam pemilu. target kami di Pileg nanti pun, keinginan kuat untuk menambah jumlah kursi tentu ada, kalau pun tetap akan mendapatkan 9 kursi, itu merupakan sebuah pretasi,” tutur Bupati 2 Periode tersebut.

 

Sementara itu, untuk target masing-masing Parpol yang akan bertarung pada pileg 2019 lain cukup beragam, mulai dari Partai Golkar yang saat ini memiliki 9 kursi, pada pileg 2019 nanti hanya akan bertahan di 9 kursi. Partai Gerindra yang memiliki 4 kursi saat ini, menargetkan 1 fraksi utuh pada pileg nanti. Sedangkan untuk Partai PDI-Perjuangan yang saat ini memiliki 3 kursi, memasang target 6 kursi. Partai Hanura yang saat ini memiliki 2 kursi, menargetkan 3 kursi pada Pileg nanti. Sementara untuk PPP, PAN, PKB, PBB dan Demokrat yang saat ini hanya memiliki 1 kursi, masing-masing menargetkan 1 fraksi. Begitu pun dengan Nasdem, meski belum memiliki kursi di Legislator Bumi Panua untuk periode 2014-2019, Nasdem bertekad untuk bisa meraih 1 fraksi utuh. (TIM)

 

 

 

146 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Facebook Comments