Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Harap Dapatkan Keputusan Seadil-adilnya, Darwis Mengaku Khilaf Dan Ikhlas

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Sebuah insiden di Depan Majelis Hakim Pengadilan Tilamuta yang dinilai sebagian pihak telah mencederai lembaga peradilan beberapa waktu lalu,dimana terkait dengan adanya sebuah ekspresi jawaban yang dinilai emosional pada saat sidang ke-4 perkara Pelanggaran Pemilu yang menyeret Bupati Boalemo, Darwis Moridu pun angkat bicara

Kepada sejumlah awak media, Darwis memgungkapkan bahwa hal itu tidak pernah terlintas untuk dilakukan. Namun kondisi serta situasi yang menyebabkan ekspresi jawaban dari pertanyaan – pertanyaan yang berulang itu membuat dirinya kelihatan emosional, walau tidak bermaksud demikian.

” Saat ini saya sementara mengikuti proses persidangan yang tentunya sangat menguras waktu saya dan juga kondisi saya. Terkait hal itu, Saya pun paham karena Perkara pelanggaran pemilu ini dibatasi hanya  7 hari proses persidangannya. Selama ini saya telah melakukan hal hal yang sangat menjunjung tinggi proses hukum karena itu adalah kewajiban untuk warga negara. Namun, sebagai seorang manusia yang tak luput dari kesalahan dan saya pun banyak khilafnya, oleh karena itu hal yang terjadi di persidangan malam itu merupakan ekspresi jawaban saya yang sudah terlalu capek mengikuti jadwal sidang. ” Ungkap Darwis.

Darwis pun mengungkapkan bahwa insiden itu tidak bermaksud untuk menghina majelis hakim. Hal itu terjadi karena kondisi tubuh yang sudah kelelahan, akibat dari beberapa proses persidangan yang diikuti hingga dini hari itu.

” Persoalan saya kemarin marah-marah di dalam persidangan tidak bermaksud untuk menghina ketua majelis hakim. Saya memang mengakui bahwa pada saat itu saya sudah benar benar kelelahan karena saya mengikuti proses persidangan sudah beberapa hari dan itu hingga larut malam. Oleh saya pada saat itu sudah tidak mampu lagi dengan kondisi tubuh saya yang sudah lemah dan akhirnya kondisi psikologis saya menimbulkan ekspresi yang marah marah.” Ungkap Darwis.

Darwis juga mengakui bahwa faktor umur telah mempengaruhi kondisi psikologisnya tatkala mengikuti persidangan yang dilaksanakan hingga pukul 02.30 Wita itu. Dimana pekerjaannya sebagai Bupati  harus dikorbankan demi menghadiri sidang yang bertolak dari proses pembelaan terhadap rakyatnya.

”  Memang faktanya kondisi umur saya sudah 60 an di tambah dengan masih banyak pekerjaan saya di pemerintahan Yang menunggu, olehnya kondisi pikiran saya jadi tidak stabil. Nah, Terkait permasalahan ini saya juga mau mengatakan bahwa ini berawal di pembagian bantuan untuk korban banjir di desa mohungo.  Yang pada waktu itu saya marah karena melihat masyarakat saya dibuat menunggu terlau lama untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah Provinsi. Setelah itu, saya pikir ini sudah selesai karena  pada hakikatnya saya sudah meminta maaf dengan mendatangi langsung rumah kediaman bapak Rusli Habibie pada tanggal 10 Februari 2019. Dan setahu saya kita sudah islah, antara PDI dengan Golkar sudah damai. Jadi setau saya sudah tidak ada lagi persoalan.” Kata Darwis.

Terakhir Darwis menyampaikan permohonan maaf  kepada selutuh masyarakat Boalemo terkait ketidaknyamanan dengan beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Menurut Darwis, seharusnya hal tersebut tidak terjadi sebab yang dilakukan adalah semata mata untuk membela kepentingan rakyatnya.

” Terakhir saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Boalemo, bahwa saat ini saya sedang menjalani sidang dan saya sudah siap apapun yang nanti akan di putuskan oleh hakim. Hal ini saya lakukan karena membela kepentingan rakyat saya. Dan untuk majelis hakim, sebagai warga negara yang juga mempunyai hak yang sama didepan hukum, bermohon agar mendapat keputusan yang seadil adilnya.(FN01)

457 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments