Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Bisa Jadi “Contemt Of Court” Tidak Disematkan, Terkait Insiden Darwis Marah Didepan Hakim

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Pasca adanya sebuah insiden yang menghebohkan serta mendapatkan perhatian dari khalayak ramai, dimana Bupati Darwis Moridu yang Nampak marah-marah serta emosional ini dilakukan karena adanya ekspresi tak tertahankan, sebab keinginan yang dibentuk dari proses pembelaan terhadap rakyatnya di depan Majelis Hakim Lalu Mohamad Sandi Iramaya,SH selaku Ketua dan masing – hakim anggota Ferdiansyah,SH dan TOmi Sugianto,SH.

Hal itu terjadi disaat proses sidang ke – 4 pada Rabu (03/4) kemarin, Seperti diketahui, saat menjalankan proses persidangan ke-4 pada Rabu (3/4) dengan agenda pemeriksaan saksi dari terdakwa, Darwis Moridu terlihat tak mampu menahan perasaan sedihnya karena dituntut akibat konsistensinya membela rakyat boalemo pada kejadian pembagian bantuan didesa mohungo Kecamatan Tilamuta dimedio Januari silam. Bahkan didepan majelis Hakim, Bupati Darwis secara tegas mengutarakan hal tersebut.

” Saya Sudah Tidak Mau jelaskan semua, apalagi…??? semua sudah saya jelaskan bahwa tujuan saya demi membela rakyat,” Tegas Darwis dihadapan majelis hakim, sesuai dengan hasil video yang sudah tersebar itu.

Pada Video berdurasi 1.11 Detik itu, Bupati Darwis secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya siap dipenjara jika itu sudah menjadi komitmen akibat apa yang dilakukan diruang persidangan itu. Darwis Mengatakan bahwa jika dirinya harus menjalani hukuman tersebut, asalkan bukan dari perbuatan yang merugikan uang rakyat yakni praktek korupsi.

” Cuma gara – gara membela rakyat, tidak apa-apa saya dipenjara yang penting tidak korupsi karena tujuan saya cuma itu,” Ungkap Darwis pada insiden yang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita Dini hari.

Sementara, Dalam perjalanan perkara pelanggaran pemilu yang melibatkan Bupati yang lahir dari pasangan independent itu dinilai banyak pihak cukup koperatif. Pasalnya dalam sejumlah panggilan dengan agenda pemeriksaan, Darwis moridu selalu memenuhi panggilan dari Bawaslu dan kepolisian. Bahkan pada penyerahan tahap II berkas tersebut, Darwis Moridu dinilai sangat koperatif.Hal ini dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Dr. Firdaus Dewilmar  dikantornya sebagai pihak penuntut, Selasa (26/3).

Dimana Kajati Firdaus menerangkan bahwa pihak Kejati Gorontalo atelah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Darwis dan dari hasil pemeriksaannya Bupati Darwis membantah semua tuduhan yang dialamatkan padanya. Dimana Bupati Darwis menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan hal yang disebutkan pada pasal 521 jo 280 Ayat 1 Huruf C tersebut.

“ Pak Bupati telah menyatakan dalam keterangannya bahwa dirinya menyatakan tidak dalam konteks menghina, tidak dalam konteks memprovokasi, dan seterusnya sebagaimana yang dituduhkan kepadanya. dan pihak Darwis akan menghadirkan saksi serta ahli untuk meringankan. Dan sesuai informasi dari teman – teman jaksa peneliti dan JPU, dia (Bupati Darwis,red) koperatif ketika dibutuhkan atau saat dipanggil,” Jelas Kajati Firdaus usai memantau proses pemeriksaan perkara tersebut dikantornya tersebut.

Selanjutnya dari pantauan awak media ini, konsistensi dari Bupati yang berasal dari pengusaha ini terus diperlihatkan. Dimulai dari sidang pertama hingga sidang yang ke-4 ini, Darwis selalu datang tepat waktu yang tentunya setelah melaksanakan tugas utamanya yakni melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Bahkan secara terbuka, Darwis Moridu menuliskan Surat yang menegaskan bahwa dirinya telah berjanji untuk tidak menghianati amanah rakyat termasuk siap menjalani proses persidangan yang bertolak dari orasi politiknya itu.

Isi Surat Bupati Boalemo Darwis Moridu, kepada Rakyatnya :

” Pagi hari ini saya mengawali sidang perdana saya terkait tindak pidana Pemilu yang dilaporkan oleh sekelompok orang yang menganggap orasi saya di salah satu desa di Kabupaten Boalemo ini yang mengandung unsur penghinaan. Olehnya, pada pagi hari ini saya tekankan bahwa semua itu tidak benar, apa yang saya lakukan dan saya ungkap itu adalah bentuk dari keberpihakan saya pada masyarakat. Sampai kapan pun saya tidak akan gentar untuk menyuarakan sesuatu hal yang berhubungan dengan masyarakat. Apalagi mengenai kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketika ada yang tidak mendukung, saya akan beritahukan semua kepada rakyat. Karena esensi dari tugas kita sebagai panutan publik adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat apapun resikonya. Di pundak saya bergantung suara seluruh rakyat Boalemo dan saya berjanji tidak akan menghianati amanah rakyat yang diberikan kepada saya.

Hari ini, demi kepentingan rakyat yang sangat saya cintai, saya menghimbau untuk tetap menjaga stabilitas daerah. Kita serahkan semua proses hukum pada majelis hakim yang saya kira yang integritasnya telah teruji. Satu hal lagi, proses hukum ini tidak menjadi sebuah hal yang mengganggu kinerja saya sebagai bupati dan pelayanan publik di pemerintahan Kabupaten di Boalemo.

Mari bergandengan tangan untuk terus menjaga Boalemo ini dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang tentunya hanya akan membuat kita terpecah belah belah.

Terakhir, saya berterima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh masyarakat kabupaten Boalemo, semoga hasil dari ikhtiar membela kepentingan rakyat ini akan memperoleh berkah dari Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.” 

Sementara itu, Insiden Bupati Darwis yang terlihat marah didepan hakim itu dinilai beberapa pihak tidak akan berpengaruh pada putusan pengadilan nanti. Sebab hal tersebut (Insiden,red) bukan pada inti permasalahan yang disidangkan, melainkan ungkapan karena membela kepentingan masyarakat banyak.

” Ini tergantung Penasehat hukumnya, karena sejak awal terlihat bahwa tensi beliau naik ketika dipersidangan menyebutkan asbab terkait perkara yang dihadapi. Sementara bisa dipastikan Jaksa tidak akan mengaitkan insiden tersebut pada materi tuntutan karena insiden itu tidak berbicara inti dari materi yang disidangkan. Kemudian, ini akan menjadi nilai tersendiri untuk hakim dalam mengambil keputusan, karena konsistensi beliau (Bupati,red) didalam membela rakyatnya yang kemudian diungkapkan pada materi kampaye itu sangat terlihat dari ungkapan yang dilakukan didepan majelis hakim. Dan perlu dicatat bahwa insiden itu tidak termasuk pada contemt of court,  karena dia tidak melakukan penghinaan terhadap pengadilan melainkan itu adalah ekspresi jawaban dari pertanyaan – pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Tapi keputusan sepenuhnya ada dihakim, dan jika melihat hal tersebut, saya pikir majelis hakim dapat melihat ungkapan tersebut sebagai hal yang objektif mengingat itu  adalah gambaran dari sebuah komitmen Pak Darwis dan seorang bupati yang nyata sangat membela rakyatnya. ” Jelas Salah satu pakar hukum yang tak mau disebutkan namanya. (FN01)

259 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Facebook Comments