Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

ROE Tirta Maleo Rugikan Bumi Panua Sebesar 5 Miliar

Raport Merah PDAM Pohuwato, Bupati Syarif Diminta Lebih Selektif

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Dengan semakin meningkatnya jumlah layanan sambungan rumah yang kini masuk pada angka 23..400 jiwa atau 84.03 persen , dimana sebelumnya jumlah administrasi pelayanan PDAM Tirta Maleo pada tahun 2013 sekitar 9.906 unit sambungan.

Hal ini tentu seharusnya dapat menambah inkam atau pendapatan dari PDAM Tirta Maleo yang merupakan sebuah Perusahaan Daerah Kabupaten Pohuwato, namun hal tersebut sangatlah bertolak belakang dengan Fakta yang ada dilapangan saat ini.

Dimana berdasarkan data perhitungan kinerja oleh Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), PDAM Tirta Maleo Kabupaten Pohuwato masih memiliki kelemahan pada aspek keuangan berdasarkan Return On Equity (ROE) dan Operating Ratio (OR).

Sehingga pada tahun 2017,  pada penilaian ROE pada tahun 2017 PDAM Tirta Maleo mengalami kerugian hingga mencapai 5 Miliar lebih, hal tersebut disebabkan oleh tingginya beban opreasional dan mengalami penyusutan yang sangat tinggi, dimana kerugian tersebut dari total biaya itu mencapai 4 Miliar lebih atau berkisar 76 Persen.

Kepada Fakta News, Salah satu tokoh masyarakat yang Namanya enggan disebutkan mengatakan bahwa bahwa dengan adanya kerugian Daerah atas rendahnya integritas dan Kapabilitas direktur sebelumnya, Bupati Pohuwato seharusnya lebih selektif untuk memilih leader atau pemimpin yang baru.

“Saya harap Bupati Pohuwato lebih selektif lagi untuk menentukan siapa yang akan menahkodai PDAM Tirta Maleo kedepan, besar sekali loh, hanya dalam kurun waktu 1 tahun yakni di tahun 2017 Pohuwato mengalami kerugian yang cukup signifikan, angka 5 Miliar lebih itu adalah angka yang sangat fantastis loh menurut saya.”Harapnya

Ditambahkannya lagi, bahwa dengan merahnya raport yang dicapai oleh Direktur sebelumnya, dirinya pun kecewa dengan banyaknya keluhan masyarakat atas Pelayanan air bersih serta berhembusnya isu gaji karyawan PDAM yang belum terbayarkan.

“PDAM butuh leader yang mampu membawahnya kearah yang lebih baik, bukan berdasarkan kehendak atau alasan politis-politis lainya, sehingga PDAM dapat memulihkan dirinya dengan melakukan penataan keuangan yang baik dari segi rekening air dan gaji pegawai, dimana saya dengar bahwa saat ini uang kas PDAM itu hanya sekitar 70 Juta dan gaji pegawai yang harus dibayarkan itu berkisar hampir 370 juta, serta kualitas air bersih yang kerap kali dikeluhkan masyarakat, olehnya saya pun berharap dengan semangat pembenahan ini, Bupati lah yang memiliki peran penting dalam memperbaiki Perusahaan Daerah PDAM Tirta Maleo, dan pilihan itu sangat menentukan masa depan dan pelayanan pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang ada di Bumi Panua.”Tegasnya

Namun sangat disayangkan, Pjs Direktur PDAM Tirta Maleo Khairudin Usman enggan untuk dipublish komentarnya saat dihubungi Via Selullar oleh Fakta News (FN01)

345 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments