Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Dugaan Penyelewengan Kewenangan Sekolah, 70 Juta Dana Bos Pun Diberikan Pada HUT SYAH

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato,  Pasca melihat dan mendengar statement yang dilontarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Rudi Daenunu pada pemberitaan sebelumnya. Baca : https://faktanews.com/2019/02/16/dugaan-pungli-siswa-se-kabupaten-pohuwato-meriahkan-hut-syah-yang-ke-iii/

Membuat salah satu Ketua Komite disalah satu Sekolah Dasar Negeri merasa menyesalkan pernyataan Kadis Pendidikan yang terkesan melempar Batu Sembunyi Tangan, serta ada sebuah tindakan yang memberatkan sekolah – sekolah Dasar dan Sekolah menengah Pertama se Kabupaten Pohuwato.

Kepada Fakta News, Salah satu Ketua Komite Sekolah Dasar yang namanya enggan untuk dipublhis mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya tidak keberatan atas permintaan sejumlah dana kepada siswa, dimana pihak sekolah tidak memiliki wewenang untuk menjadi penginisiatif atas kegiatan Tarian Kolosal.

“ Saya sebagai salah satu orang tua siswa sebenarnya tidak keberatan dengan hal ini, sebab pihak sekolah sudah meminta klarifikasi kepada orang tua dengan menjelaskan bahwa ini bukan kegiatan sekolah yang juga tidak bisa d Danai dari anggaran sekolah, Karena tidak termasuk nomenklatur yang ada dalam ketentuan anggaran sekolah.”ungkapnya.

Ditambahkannya lagi,  bahwa disisi lain kondisi sekolah hari ini juga belum ada dana sebab anggaran sekolah triwulan pertama baru akan dicairkan pada Maret atau April tahun berjalan, sehingganya para Orang Tua pun bisa saja menolak pemungutan dana sebesar 50 hingga 70 ribu rupiah.

“ Namun yang kami sesalkan adalah pernyataan Kadis Pendidikan yang menyatakan bahwa ini bukan dari Dinas, tapi inisiatif dari pihak sekolah, sehingga yang perlu kami pertanyakan, pada kegiatan tersebut itu adalah persembahan sekolah atau diknas kabupaten ?, bagaimana mungkin pihak sekolah berani mengambil resiko sementara mereka sudah tau dengan jelas bahwa saat ini tidak ada lagi pungutan ?,Bagaimana bisa hal ini terjadi tanpa ada pihak yg mengorganisir.”Tegasnya seraya menambahkan

Bahwa saat ini informasi terakhir yang berhasil didapatkan, dimana saat ini ada sebuah tindakan yang sangat-sangat melanggar aturan, dimana telah terjadi pemotongan Dana Bantuan Orientasi Siswa (BOS) yang dilakukan oleh pihak sekolah karena tidak adanya tanggung jawab dari pihak diknas.

“ Pada rapat awal, kalau tidak salah 3 minggu lalu, Kepala Dinas Pendidikan mengatakan bahwa ini akan menjadi tanggung jawab Diknas, tiba-tiba ada sebuah perubahan sepihak yang dimana pihak Diknas menyerahkan tanggung jawab ini kepada pihak sekolah, membungkus tindakan pelanggaran ini dengan kalimat “Partisipasi” dari orang tua siswa, jika berbicaa tentang seragam itu tidak masalah, hanya saja untuk melakukan pembayaran kepada pelatih, itu harus menggunakan Dana Bos sekitar 7000 rupiah persiswa, jika dikalikan dengan jumlah siswa sekitar 10 ribu lebih maka dana yang terkumpul itu sekitar 70 juta, yang lebih anehnya lagi, ada beberapa Kepala Sekolah yang mendatangi Kadis Pendidikan untuk meminta tanda tangan pada Laporan Pertanggung jawaban, Kadis tidak mau tanda tangan, info terakhir yang saya dapat, dengan belum adanya dana Bos yang bisa cair, maka saat ini untuk membayarkan upah pelatih tarian kolosal itu masih menggunakan atau meminjam dana yang dari bendahara pengumpulan dana yaitu Ibu Selda Nento, sehingga, saya harus tekankan lagi, ini adalah sebuah tindakan yang terorganisir, ini bukan tindakan sepihak dari para Kepala Sekolah, sehingga, jika ada yang harus dipertanggung jawabkan, maka Kadis pun harus turut mempertanggung jawabkan masalah tersebut.”Tutupnya.

Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato tidak mau merespon pertanyaan Fakta News via selullar. (FN01)

433 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments