Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Cita Bumi Panua Rujukan Kesusastraan Serambi Madinah, Mungkinkah?

oleh : Santo Ali

Pohuwato adalah sebuah daerah yang terhitung cukup mudah di Provinsi Gorontalo, tepatnya ulang tahun Kabupaten ini diperingati pada tanggal 6 Mei sejak tahun 2003 namun bukan berarti kita pesimisme dengan umur remaja ini.

Penulis bukan berasal dari seorang sastrawan ternama dan kemuka, tidak berasal keluarga ternama atau keluarga pejabat,  penulis hanyalah seorang yang bermimpi besar tentang Pohuwato  Masa depan.  olehnya melalui karya saya hanya ingin mengeluarkan beberapa uneg-uneg tentang cita dan harapan pohuwato cerdas dan kreative dimasa depan.

Berbicara Cita atau Arti kata cita-cita di KBBI adalah: keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran.  maka saudara-saudaraku sekalian sudah tahu apa maksud tulisan ini di tuliskan. hanyalah sebuah fiksi yang dimaksudkan memotivasi diri agar apa yang menjadi harapan besar dalam diri ini tentang daerah yang dimana saya dibesarkan,  mengemban pendidikan,  banyak kawan bahkan sahabat seperti saudara sendiri saya temukan di daerah ini.

Saya melihat daerah ini cukup kaya dengan potensi sumber daya alamnya yang cukup menggoda investor asing,  belum lagi sumber daya manusianya yang kian lama semakin didorong oleh pemerintah daerah. namun pembahasan kita bukan mengenai keluh kesah tentang sumber daya alam yang entahlah itu adalah warisan anak cucu kita yang kelak akan ditagh pada kita sebagai generasi yang bertanggungjawab saat ini.

Sumber Daya Manusia tidak hanya bisa difokuskan pada pendidikan formal yang itu terhitung hanya pada hal-hal yang menurut saya biasa saja,  sarjana ekonomi pasti ada didaerah ini, sarjana pertanian banyak didaerah ini,  sarjana hukum,  sarjana sosial politik,  dan jenis-jenis para lulusan-lulusan sarjana lainnya.

Berbicara mengenai daerah ini kedepan adalah sesuatu hal yang masti penuh misteri, namun penulis bermimpi kelak pada tahun 2030 bisa menjadi rujukan kesusastraa di Provinsi Gorontalo. Kenapa kita tidak mulai menata dari sekarang sebagai daerah yang meniti beratkan pada peningkatan kreatitas dan inovasi anak muda tidak hanya pada bidang ekonomi,  hukum,  politik atau bidang-bidang yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah yang sering dijuluki bumi panua ini.

Sebuah imajinasi lahir dari pikiran saya entahlah apakah ide ini sudah dipikirkan oleh orang lain, apakah ide saya itu.  kenapa saya mengambil skala serambi madinah. terlalu sombong dan berlebihan jika saya tuliskan rujukan nasional apalagi internasional.  namun jika skalanya seperti yang dikemukakan diatas itu sah-sah saja itu hak saudara-saudara sekalian inginnya apa.

Kata Sastra berasal dari bahasa Shanskerta  “shastra” merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

Maksud saya mengapa harus menjadi rujukan sastra atau kesusastraan  karena daerah maju tidak hanya dilihat dari inprastruktur namun dari perubahan paradigma berfikir masyarakat dari penikmat menjadi pelaku,  artinya saya bermimpi besar daerah ini bisa melestarikan bahkan mencarikan sebuah gagasan yang gemilang bagaimana daerah ini bisa menjadi rujukan sastra Provinsi Gorontalo Bumi “Serambi Madinah”.

Perlu kita ketahui Ada bebarapa fungsi kesusastraan jika kita telisik lebih dalam lagi diantaranya menurut Ai Wulung Sari dari blognya : mendokumentasikan segala segi kehidupan bangsa, baik yang bersifat jasmaniah (material) maupun rohaniah (spiritual) memberikan arah terhadap cita-cita bangsa dari satu generasi ke generasi berikutnya. memperteguh rasa kepribadian bangsa. membangkitkan dan memelihara jiwa dan semangat kewiraan suatu bangsa. menjadi sumber penyelidikan adat-istiadat dan kebudayaan suatu bangsa. mempertinggi derajat dan martabat suatu bangsa. menjadi sumber penelitian

Pohuwato punya modal besar yakni generasi mudanya, kenapa tidak pemuda-pemuda yang memiliki semangat atau kenginan dalam jiwa kesusastraan diberikan sebuah perlakuan khusus, kita jangan hanya mengejar skala ekonomi saja, bila hanya mengandalkan ekonomi maka saya berpesimis banyak para generasi daerah ini yang hidupnya dipenuhi pragmatisme,  hedonisme bahkan lebih condong pada capital bukan pada perawatan cakrawala sastra.

Siapa tidak berbangga jika daerah ini kedepan bisa melahirkan sastrawan-sastrawan muda yang bisa mengangkat derajat daerah ini lebih berdaya saing lagi. tapi ini bukan soal kompetisi tapi nilai saya maksudkan.

Sebuah kebanggaan bila daerah yang paling barat di Gorontalo ini menjadi rujukan,  banyak peluang loch utama dalam sektor dukungan seperti hadirnya kampus baru Universitas Pohuwato.  bila hal ini bisa diolah dengan strategi dan pemikirab maka yakin dan percaya akan melahirkan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dari lokal Gorontalo, nasional bahkan dunia internasional.

Memang ini pemikiran terlihat konyol dan asal bunyi tapi kenapa tidak, seandainya nantinya dalam momemtum HUT Pohuwato tahun ini dilaunching Taman Menulis (TM)  dan Taman Kreasi Milenial (TKM). saya optimis daerah ini akan ada keunikan tersendiri.  coba daripada anggaran daerah hanya dihabiskan pada hal-hal yang tidak produktif mengundang seorang ahli dalam bidang kesusastraan untuk membuka cakrawala putra-putri bumi panua.

Bagi penulis Panua Emas itu baik dan sangat bersyukur,  namun lebih tepat dan bagus jika itu semua diibaringi dengan menciptakan peradaban baru bagi daerah ini.  bayangkan jika dikawasan blok plan itu ditata sedemikan rupa dan ada disitu ruang taman,  ada penjual kopi disitu dan didesain dengan top mar kotop maka yakin dan percaya daerah ini akan punya icon baru yakni “BUMI PANUA SASTRA BINTANG”

Mengapa Bumi Panua Sastra Bintang artinya Bumi Panua sebagai daerah yang sangat menjaga kekayaan cagar alamnya,  maka ketika diibaringi dengan sebuah kesusastraan, Insya Allah daerah yang berkeadaban dan mencintai kesustraan agar kelak kita akan melahirkan para sastrawan-sastrawan handal yang akan mengabadikan setiap moment dan perjalanan  daerah ini dari masa kemasa dan juga bisa mempromosikan daerah ini melalui karya sastra.

Kan, sudah ada Taman Baca atau ada Perpustkaan keliling oleh  Dinas Perpustakaan  Daerah, apa guna banyak baca buku kalau tidak mampu menuliskan dari apa   yang telah dibaca dia akan hilang ditelan waktu. tidak banyak saya tutup tulisan ini dengan mengutip sebuah kutipan  Pramoedya Ananta Toer. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian.

Mohon maaf jika dalam penulisan ini ada sesuatu dan hal lain yang kurang, mohon kritik dan sarannya demi perbaikan tulisan selanjutnya dan lebih bermanfaat lagi bagi kita sekalian lebih khusus untuk proses pembelajaran bagi diri saya sendiri.

299 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments