Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

P3K Yang Tak Pasti, Puluhan Honorer Kembali Datangi DPRD Pohuwato

Faktanews.com (Parlemen) – Kabupaten Pohuwato, Belum adanya kepastian dan kejelasan terkait nasib para tenaga honorer, membuat Puluhan tenaga honorer Kategori II (K2) Kabupaten Pohuwato, kembali mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pohuwato, pada senin (11/2).

Dihadapan Ketua Komisi I Wawan Hatama,S.Sos dan Ketua Komisi III Beni Nento,SE.I, para perwakilan tenaga honorer K2 tersebut mempertanyakan perihal perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang digadang-gadang sebagai wujud kepedulian pemerintah pusat untuk memberikan kepastian nasib bagi tenaga honorer.

“Sampai saat ini, kami pun sebagai tenaga honorer di daerah belum mendapat kejelasan terkait perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Untuk itu, kami meminta agar DPRD dapat dan pemerintah daerah dapat mendelegasikan perwakilan untuk mendatangi Kementerian, dengan muatan sekembalinya ke daerah harus membawa hasil yang sesuai dengan harapan kami para tenaga honorer. Karena sampai saat ini, nasib kami pun belum juga ada kejelasan” ucap salah satu perwakilan.

Sementara itu, Ditemui usai pertemuan tersebut, selaku Ketua Komisi I yang membidangi Pemerintahan Umum, Wawan Hatama,S.Sos menyampaikan  tahapan rekrutmen P3K memang telah dibuka oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Namun belum ada regulasi dibawahnya yang mengatur persoalan persyaratan dan tahapan-tahapan perekrutanya, sehingga berdampak pada tahapan perekrutan P3K di daerah.

“Untuk itu, kami bersama-sama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pohuwato masih menunggu kejelasan rekrutmen tersebut. Terkait persoalan honorer yang juga terjadi di Kabupaten Pohuwato, kami sebagai wakil rakyat tentu sangat prihatin atas apa yang dikeluhkan para tenaga honorer di daerah. Tentu kami akan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak para tenaga honorer ini,” Jelasnya (FN07)

63 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments