Kasihan, Gaji Tenaga Kontrak Dan Guru Honorer Di Boalemo Belum Dibayarkan

Janji Kenaikan TKD 50% pun Ditagih

Faktanews.com (Daerah) – Janji Pemerintahan DAMAI (Darwis Anas) untuk mensejahterakan aparat sipil maupun honorer dan tenaga kontrak dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, ternyata hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, sejumlah tenaga kontrak dan guru honorer mengeluhkan dan menagih janji kampanye pasangan yang terkenal dengan janji 14 Programnya.

Kepada FaktaNews, salah satu tenaga kontrak yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan belum diterimanya hak mereka kurun waktu bulan September dan Oktober ini. Menurutnya, hak tersebut seperti disengaja untuk diperlambat apalagi tenaga kontrak juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dengan ASN sebagai abdi Negara yang melayani masyarakat.

“ Assalamualaikum pak, kami yang didaerah juga minta bantuan. Tolong tanyakan honor tenaga kontrak belum dibayarkan? Bahkan kesannya seperti sengaja dilambat lambatkan, padahal tenaga kontrak juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dengan PNS disatuan kerja masing – masing.” Ungkapnya seperti dikutip dari inbox media sosialnya.

Dirinya menambahkan bahwa, bukan saja tenaga kontrak di instansi – instasi Pemerintahan Boalemo saja yang belum menikmati gaji dan janji kenaikan TKD seperti apa yang dalam program Pemerintahan DAMAI tersebut. Menurutnya para guru honorer juga hingga saat ini belum menikmati janji tersebut dan hak mereka selama 2 bulan ini.

“ Bukan saja tenaga kontrak pak, para guru honorer juga hingga saat ini  belum menerima gaji dan menikmati kenaikan TKD dari awal Pemerintahan Pak Darwis sebagai Bupati. Mending tak usah berjanji kalau memang tidak bisa direalisasikan.” Ucapnya kesal.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Boalemo Sherman Moridu, ketika diklarifikasi FaktaNews membenarkan bahwa gaji para guru honorer belum terbayarkan. Kata Sherman hak dari para Umar Bakri ini tetap akan dibayarkan, namun masih mendapatkan beberapa kendala seperti lambatnya pengesahan APBD Perubahan.

“ Gaji mereka (Honorer,red) tetap akan dibayarkan, namun tidak mudah. Karena masih ada tahapan – tahapan dan kendala yang menjadi penghalang, seperti terlambatnya pengesahan APBD Perubahan dan juga mekanisme pencairan gaji pada bulan ini sudah berbeda dari yang kemarin – kemarin. Saat ini pencairan gaji sudah ke rekening masing – masing dan itu memerlukan waktu yang panjang, karena jumlah Guru Honorer berjumlah 1700 Orang dan  gaji mereka pun diserahkan melalui Bank SulutGo ke Bank BRI lalu ke rekening mereka. Sehingga ini adalah salah satu penyebabnya.” Jelas Sherman.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ulul Azmi Kadji ketika dimintai tanggapan mengatakan bahwa dirinya turut menyesalkan atas apa yang dirasakan oleh tenaga kontrak dan guru honorer di kabupaten Boalemo.  Kata Ulul, ini harus diseriusi oleh Pemerintah Daerah karena jasa dan pengorbanan dari para tenaga kontrak dan Guru Honorer ini sangat besar untuk daerah yang berslogan Damai Bertasbih itu.

“ Saya prihatin dengan apa yang terjadi pada saudara – saudara kita itu. Ini harus diseriusi oleh Pemerintah  karena jasa mereka terhadap daerah sangat besar, kalau perlu ini menjadi prioritas karena tugas mereka juga sama dengan ASN dalam hal pelayanan serta menjadi abdi Negara.” Tegas Ulul.

Hingga berita ini diterbitkan, Sekertaris Daerah Kabupaten Boalemo Husaen Etango belum merespon selullernya. (FN02-FN06)

 1,643 total views

Leave A Reply