Ultimate magazine theme for WordPress.

Lekad Dan NSLIC Kunjungi Lapas Pohuwato

Prof. Sitti Kunarti : Sebuah Terbosan Yang Excelent Dan Baru Kami Temukan

Faktanews.com (Nasional) – Kabupaten Pohuwato, Setelah menjadi salah satu wilayah yang dikunjungi oleh Lembaga Kerja Sama Antar Daerah (Lekad) dan Nasional Supoert For Lokal Invesment Climate (NSLIC), Lembaga Permasyarakatan Kelas III Pohuwato memanjakan kedua lembaga nasional tersebut dengan produk-produk yang dihasilkan oleh Warga Binaan.

Lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan ekonomi lokal tersebut merasa terkesan dengan aktivitas para warga binaan di Lapas Pohuwato. dimana, Rusdedy dianggap telah berhasil merubah image masyarakat kepada setiap warga binaan dengan memberikan keterampilan dalam menjalankan sebuah industri

Kakanwil Hukum Dan HAM Gorontalo dan Kalapas Pohuwato Sementara Menjelaskan Cara Kerja Alat

Kunjungan yang didampingi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Gorontalo Agus Subandriyo, Kalapas Kelas III Pohuwato Rusdedy beserta jajarannya. Perwakilan dua lembaga tersebut menyusuri tempat-tempat pembuatan berbagai macam produk olahan sabut kelapa tersebut. Bahkan beberapa diantaranya menyempatkan diri untuk membeli salah satu produk kreasi salah satu warga binaan berupa miniatur kapal pinisi.

Kepada sejumlah awak media, Alex Santono perwakilan NSLIC menyampaikan kunjungan NSLIC dan LEkad ke Lapas kelas III Pohuwato itu bertujuan untuk menghubungkan antara pemerintah daerah dengan para pelaku-pelaku usaha yang khusus mengembangkan produk-produk komoditi lokal. Salah satunya Kabupaten Pohuwato yang memiliki komoditas kelapa yang berlimpah.

“Untuk Kabupaten Pohuwato itu sendiri yang menjadi target yakni kelapa yang kita ketahui bersama memiliki banyak produk turunan. Sehingga melalui program kami ini, bagaimana agar kerjasama antar daerah dengan para pelaku usaha yang ada bisa saling menjalin kerjasama, Sehingga metode-metodenya bagaimana, itu yang akan kita sampaikan,” ucap Alex.

Sementara itu, Profesor Siti Kunarti perwakilan Lekad di Gorontalo merasa terkesan dan terharu dengan sistem pembinaan wargabinaan di Lapas kelas III Pohuwato. Yang menurutnya pelatihan keterampilan di Lapas Pohuwato merupakan lokomotif pemberdayaan masyarakat yang patut untuk dicontoh oleh lembaga pamasyarakatan lainya di Indonesia.

“Kami merasa ini sebuah terbosan yang excelent dan baru kami temukan selama berada di beberapa daerah lainya, Disini pun begitu banyak pelatihan-pelatihan keterampilan yang membuat pemberdayaan wargabinaan itu sendiri menjadi sangat efektif, Sehingga program Lapas Industri inipun bisa menjadi program peningkatan kualitas reintegrasi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan modal keterampilan yang mempuni,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Gorontalo Agus Subandriyo menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dari kedua lembaga tersebut, Sehingga kedepan dapat membawa aura positif dalam kegaitan lapas industri yang ada di Lapas Kelas III Pohuwato itu sendiri.

“Mudah-mudaahan kerjasama yang akan dilakukan nantinya bisa segera terealisasi agar sesuai dengan harapan kami, lapas kelas III Pohuwato ini  kedepan menjadi lapas yang lebih prouktif, dan menjadi tempat laihan kerja bagi masyarakat sekitar untuk produksi komoditi lokal,” Jelasnya.

Ketika disinggung tentang adanya informasi peralihan atau naik tingkatnya Lembaga Permasyarakatan Kelas III Pohuwato menjadi Kelas IIB, Agus Subandriyo membenarkan informasi tersebut, dimanaagus pun menambahkan bahwa saat ini pihaknya sementara menunggu SK yang akan diterbitkan oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

“Memang Benar, hal itu sudah jalan, dan kami masih akan menunggu SK dari Kementerian langsung.”Tegas Agus. (FN01)

89 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments