Ultimate magazine theme for WordPress.

3 Pengendara Dilarikan Ke Rumas Sakit Bumi Panua

Diduga Pihak Kontraktor Menyalahi Prosedur Pekerjaan Jalan Nasioal

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Pekerjaan Infrastruktur jalan Nasional yang Seharusnya mampu memberikan kenyamanan serta sebuah akses mobilitas demi kenyamanan pengendara dan peningkatan ekonomi di Bumi Panua sangatlah bertolak belakang dengan apa yang seharusnya.

Pasalnya, berdasarkan pantauan Fakta News, sebuah pekerjaan pemeliharaan jalan trans sulawesi yang berada diwilayah Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato dinilai tidak sesuai dengan prosedur pekerjaan jalan.

Sehingganya, saat ini sudah 3 Korban laka tunggal diakibatkan pekerjaan pemeliharaan jalan trans sulawesi, dimana ada beberapa lubang besar yang digali namun tidak memiliki sebuah tanda sebagai warning bagi pengendara agar berhati-hati untuk melintasi area tersebut.

Hal ini membuat salah satu keluarga korban Pipin Saleh saat dihubungi Fakta News mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa saudarinya, dimana kejadian tersebut harus segera diseriusi agar tidak ada lagi kejadian yang sama kepada para pengendara baik roda dua maupun roda empat.

“kami meminta agar pihak Pemerintah memperhatikan dengan kondisi jalan yang ada. Dan kecelakaan ini bukan hanya sekali tapi berulang-ulang ditempat yang sama, jadi kami berharap agar pekerjaan ini harus segera ditindak lanjuti dengan adanya rambu-rambu sebagai identitas bahwa jalan tersebut sementara dikerjakan.” Jelas Pipin seraya menambahkan

Bahwa saat ini pihak keluarga masih akan melihat kondisi korban, ketika terjadi sesuatu yang notabenenya berdampak pada kesehatan dan fisik korban maka pihaknya akan menempuh jalur sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau untuk saat ini kami masih melihat kondisi korban, dan alhamdulillah korban sudah keluar dari rumah sakit, Cuma tidak menutup kemungkinan ketikaini memperparah kondisi luka dari adik saya, otomatis kami akan tindak lanjuti dengan cara yang lain kepada pihak Pemerintah atau kontraktor.”Tegas Pipin

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Risdiyanto Mokodompit saat dikonfirmasi via seluller mengatakan bahwa pihak pekerja dan juga PPK dari Balai Jalan dan Jembatan sudah berupaya melakukan antisipasi dengan memasang tanda-tanda peringatan bagi para pengendara.

“Untuk pengawasan itu ada di Pihak Balai Jalan Dan Jembatan, saya sudah kirim PPK, pekerjaan itu sudah dipalang, hanya saja kadang kala masyarakat menerobos,padahal lubang-lubang tersebut dipakaikan Police Line, pagar dan kerucut, sehingga upaya peringatan-peringatan itu kan sudah dilakukan bahwa jalan tersebut sementara diperbaiki.”Jelas Risdiyanto

Namun sangat disayangkan, hingga berita ini ditayangkan, Nomor telefon pihak PPK Balai Fandit Ahmad tidak aktif. Bersambung (FN01)

342 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments