Ultimate magazine theme for WordPress.

Selenggarakan Rapat Perbaikan Amdal Tertutup, Rakyat Rencanakan Blokade Jalan Bagi Pt. Pets

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak lama lagi perusahaan pertambangan yakni PT. PETS (Puncak Emas Tani Sejahtera) akan melakukan produksi emas dan mineral pengikutnya di Gunung Pani Desa Hulawa Kecamatan Buntulia, keseriusan dari perusahaan patungan antara KUD Dharma Tani dan PT. PEG ini terbukti dengan telah dirampungkannya tahapan demi tahapan izin lingkungan baik ANDAL maupun AMDAL.

Tercatat sejak Jum’at 13 Juli 2018, perusahaan yang di pimpin oleh Boyke Poerbaya Abidin sebagai Direktur Utama ini telah menyelesaikan tahapan Konsultasi Publik di halaman Kantor Kecamatan Buntulia. Kemudian pada hari Jum’at tanggal 5 Oktober telah menyelenggarakan Rapat Penilaian AMDAL dan RKL-RPL yang bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Rapat yang berlangsung sehari penuh itu ikut dihadiri oleh perwakilan masyarakat terdampak, tim keterwakilan masyarakat tersebut adalah mereka sebagaimana yang telah dipilih pada kegiatan Konsultasi Publik sebelumnya.

Sejauh pantauan awak media, siang tadi (Jum’at, 19 Oktober 2018) PT. PETS yang bertindak sebagai pemrakarsa telah menyelenggarakan Rapat Penilaian Perbaikan Dokumen AMDAL secara tertutup, acara yang dilangsungkan di Hotel Damhil Kota Gorontalo ini dilaksanakan tanpa ada seorangpun perwakilan dari masyarakat terdampak.

Salah satu anggota tim keterwakilan masyarakat saat dikonfirmasi via telepon genggam sore tadi, Zufri Abdullah yang juga selaku Sekretaris LSM Jaringan Warga Peduli Lingkungan dan Pertambangan mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui jika siang ini ada rapat penilaian amdal hasil perbaikan tersebut.

“Saya benar-benar baru tahu kalau ternyata hari ini ada kegiatan rapat penilaian amdal yang hasil perbaikan dari 2 minggu lalu itu”, ungkap Zufri.

Ketika ditanya mengenai sikapnya tentang tidak dilibatkannya keterwakilan masyarakat oleh pihak Pemrakarsa dalam rapat tersebut, Zufri menjawab akan melakukan aksi blokade akses jalan yang dilalui oleh PT. PETS, aksi tersebut akan dilakukan bersama masyarakat penambang bilamana Rapat Penilaian AMDAL hasil perbaikan benar-benar tidak melibatkan rakyat yang dalam hal ini tim keterwakilan.

“Sebagai bagian dari orang yang dipercayakan oleh masyarakat pada Konsultasi Publik waktu itu, saya dan para penambang lokal akan melakukan blokir jalan bersama rakyat penambang jikalau kegiatan perusahaan itu telah berlangsung tanpa tim keterwakilan masyarakat sama sekali. Saya minta ke teman-teman media Fakta News untuk menghubungi juga beberapa orang tim keterwakilan, karena jumlah kami ada 14 orang dan diantaranya juga ada pak Yosar Ruiba.” Ungkap Zufri berapi-api.

Secara terpisah, awak media mendatangi kos-kosan Yosar Ruiba yang juga sebagai Sekretaris APRI Pohuwato. Dalam penyampaiannya, Yosar juga mengaku belum memperoleh informasi soal pertemuan tertutup tersebut.

“Sejauh ini saya belum dapat informasi dari teman-teman tim lainnya, kalaupun ada maka saya pasti akan diberitahukan kok.” Jawab Yosar dengan penuh percaya diri.

Ketika ditanyai sikapnya selaku pengurus Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia, Yosar menjawabnya dengan santai.

“semua persoalan harus dikomunikasikan secara baik dan benar, apalagi ini soal nasib warga masyarakat lingkar tambang dan nasib banyak orang maka tentu dibutuhkan sinergitas antara pemrakarsa kegiatan dan tim keterwakilan masyarakat serta pihak-pihak yang berkompeten agar tidak terpecah belah satu sama lain, oleh sebab itu sebentar malam ini saya akan mencoba mengkomunikasikan hal tersebut ke beberapa teman tim keterwakilan serta bila perlu ke pihak pemrakarsa kegiatannya langsung.” Pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi terbaru soal hasil komunikasi Yosar Ruiba dengan pihak Pemrakarsa.

206 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments