Ultimate magazine theme for WordPress.

Anggaran Milik PSM Diduga Tak Masuk Dalam APBD Induk Dispora Par Pohuwato

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Paska munculnya perseteruan internal antara pengurus Paduan Suara Madani yang mempertanyakan penggunaan anggaran pinjaman sebesar 150 Juta Rupiah saat mengikuti kegiatan Bali International Choir Festival kemarin, kini berhembus tentang sebuah penganggaran PSM yang berada di Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata.

Pasalnya, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan anggaran PSM dalam APBD induk hingga adanya penambahan anggaran dalam APBD Perubahan yang akan segera disahkan oleh DPRD Pohuwato di Bulan September ini. Seperti apa yang pernah dilansir pada berita sebelumnya, bahwa penanggung jawab peserta mengatakan bahwa PSM memanglah tidak memiliki anggaran di Tahun 2018.

Berhasil Raih Golden Medal Level II, Anggaran ” Pinjaman” PSM Dinilai Tidak Transparan

Saat diwawancarai Fakta News, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pohuwato Arfan Tangoi mengatakan bahwa Paduan Suara Madani memang memiliki anggaran di Tahun 2018, sehingganya saat ini pihaknya akan segera mengusulkan penambahan anggaran PSM pada Perubahan Anggaran.

“ Kalau mekanisme perubahan anggaran bahwa dinas tekhnis mengusulkan, untuk kegiatan yang bisa dilaksanakan pada perubahan anggaran dengan cara ,engusulkan ke TAPD untuk dibahas melaui Pra RKA kemudian RKA-nya dan kemudian dimulai pembahasannya di DPRD, jadi dinas tekhnis mengusulkan tentang kegiatan yang ada kemudian TAPD akan melakukan verifikasi baik pedoman dan ketersediaan anggaran, Kalau pemaknaan kita, untuk perubahan anggaran itu bisa dia bergeser diinternal dan juga bisa dirubah dan juga bisa ditambah, semuanya tergantung pada kebutuhan dan ditetapkan serta melalui pertimbangan oleh TAPD.” Jelas Arfan

Ditambahkannya lagi, bahwa Paduan Suara Madani memiliki anggaran dan masuk dalam nomenklatur APBD induk baik dari segi akomodasi dan transportasi, hanya saja saat ini pihak Dispora Par masih akan terus memverifikasi dan akan segera menyerahkan ke TAPD untuk dibahas sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Kalau untuk Paduan Suara Madani ada anggarannya dari APBD induk,mulai dari perjalanan dinas mereka,insentifnya dan transportasi serta seragamnya, jika berbicara tentang nomenklatur memang dari APBD induk sudah ada, “Mau Akan Dianggarkan” itu maksudnya diperubahan anggaran itu memungkinkan akan ada penambahan anggaran, sebab nomenklaturnya memang dari APBD induk, dikarenakan adanya kekurangan maka dianggarkan lagi atau ditambahkan, Kita juga sementara memverifikasi itu karena kalau yang 90 kemarin memang mendapatkan pinjaman dari Pak Iwan juga ada sedikit pembicaraan dengan beliau tentang hak ini, untuk tiket itu sebenarnya 130 karena kami telah melakukan verifikasi kembali, dan beberapa pengeluaran extra yang dilakukan oleh Pak Kabag Umum, karena ini bersifat pengeluaran extra tentu kami akan melakukan verifikasi, membicarakan kembali dengan yang meminjamkan untuk bagaimana kemudian untuk membahas tentang itu, dan bagaimana pun juga itu harus melalui mekanisme pembahasan di TAPD yang memang harus ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jadi rinsipnya dan perlu digaris bawahi bahwa anggaran dikami untuk Paduan suara itu ada.” Terang Arfan

Namun sangat disayangkan, Ketika Fakta News melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendapatan dan Pengeluaran Daerah Iskandar Datau enggan untuk diwawancarai.

“Jangan Saya, Saya tidak bisa.” Jelas Iskandar.

Sementara itu Nomenklatur APBD Induk milik Paduan Suara Madani masih menjadi tanda tanya besar, sebab pada pemberangkatan, biaya yang dikeluarkan pada pelaksanaan kegiatan di Bali kemarin adalah anggaran yang pinjaman sebesar 150 Juta dan tambahan Anggaran Proposal 60 Juta bukan dari APBD yang telah disahkan. Bersambung (FN-01)

236 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments