Ultimate magazine theme for WordPress.

Banyaknya Informasi Hoax, Nelson Sebut Media Sosial itu Sampah

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Berbagai polemik termasuk kebijakan Pemerintah Daerah dalam jalannya Pemerintahan Kabupaten Gorontalo yang sering dikritisi di berbagai medsos utamanya beberapa Group WhatsApp pun membuat Bupati Nelson Pomalingo gerah. Hal ini terungkap pada dialog refleksi 73 Tahun kemerdekaan Republik Indonesia terhadap pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gorontalo, Minggu (12/8).

Hadir sebagai Narasumber, Nelson Pomalingo menyampaikan bahwa saat ini kondisi daerah sudah kembali pada titik nol kemanusiaan. Dimana menurut Nelson, Media Sosial seharusnya bisa meng edukasi sekaligus sebagai sarana informasi yang positif untuk masyarakat luas. Namun kata Nelson, banyaknya informasi dan pemberitaan yang bersifat hoax dewasa ini tidak memberikan solusi untuk kemaslahatan umat banyak.

“ Media Sosial seharusnya bisa memberikan edukasi yang positif sekaligus bisa memberikan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada, namun saat ini medsos sudah seperti sampah. Banyak hal – hal yang tidak penting dibahas sekaligus dijadikan sarana informasi hoax serta tidak memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada.” Urai Nelson.

Nelson pun menambahkan bahwa dirinya menduga kedepan posisi media sosial tidak akan dipercaya lagi oleh masyarakat umum. Hal ini dikarenakan dari informasi hoax serta hal – hal yang tidak penting itu beredar luas dan membuat masyarakat menjadi bingung.

“ saya menduga keras bahwa 10 tahun lagi, tidak ada lagi yang akan percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat akan mencari informasi kepada orang – orang yang bijak dan jujur, bahkan tidak ada lagi yang mencari informasi diinternet, terkait permasalahan yang ada. Oleh karena itu, aturan – aturan mengenai IT yang saat ini akan diperkuat oleh Pemerintah pusat untuk kemudian mengatur informasi –informasi yang sifatnya membingungkan masyarakat atau hoax.” Jelas Nelson.

Aktivis Alwin Ibrahim, kepada Faktanews mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan statement tersebut. menurut Alwin, seorang pemimpin seharusnya bisa menerima segala hal termasuk kritikan yang disalurkan melalui media sosial. kata Alwin, perkembangan zaman melalui medsos tentu memberikan beberapa kemudahan yang salah satunya adalah  informasi perkembangan daerah yang kemudian dibahas bersama.

” Saya kecewa dengan statement itu, seharusnya seorang Pemimpin bisa menerima kritikan ataupun informasi yang dibahas bersama termasuk didalamnya mengenai perkembangan daerah secara bijak. karena jika sebuah permasalah yang kemudian dibahas bersama itu pasti menghasilkan berbagai kebijakan yang sejatinya untuk kepentingan masyarakat. Kita perlu menyadari bahwa saat ini perkembangan zaman memungkinkan kita dalam berbagai kemudahan, sehingganya saya tidak sepakat jika Bupati Nelson menyebut media sosial itu sampah. konotasinya bisa saja menyebut manusia yang ada di media sosial secara keseluruhan juga sampah khusunya yang ada di group – group aktif membahas permasalahan daerah.” Bilang Alwin.

Juru bicara Group WhatsApp Menara Gemilang Ahmad Fajrin Saleh ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa salah satu fungsi media sosial adalah sebagai sarana penyampaian aspirasi dan apresiasi serta ekspresi dari seluruh lapisan masyarakat. Dimana menurut pihaknya medsos juga merupakan suatu konsekwensi perkembangan zaman dari era digital dewasa ini.

“jadi kalau ada yang menyatakan bahwa media sosial adalah sampah karena menyerang pemerintahan atau suatu golongan maka itu adalah salah. Karena saat ini era keterbukaan informasi pun sudah diatur dan ada undang – undangnya mengenai hal tersebut, sehingga jika pernyataan itu keluar, tentu harus dipahami dari berbagai aspek. Malah hal itu (pernyataan) yang sebenarnya sampah. Jika tidak setuju dengan perkembangan zaman, maka silahkan kembali ke zaman batu.” Tegas Fajrin.(FN02)

808 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments