Ultimate magazine theme for WordPress.

Komunitas OL, Minta Bupati Nelson Tidak Memilih Arifin Djakani Jadi Wabup

Poni Pakaya : Kami Harap Bupati Prioritaskan Orang Limboto

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Terkait dengan 6 (Enam) nama yang telah direkomendasikan untuk mengisi posisi Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo oleh Komunitas Orang Limboto (OL), meminta kepada Bupati Nelson Pomalingo untuk tidak memilih Arifin Djakani yang juga salah satu nominator pengganti Fadli Hasan itu. Hal ini dkatakan kordinator OL Poni Pakaya karena menganggap Arifin Djakani masih memiliki track buruk di Daerah Gemilang ini.

Kepada Faktanews Poni Pakaya mengatakan beberapa dasar penilaian yang membuat Arifin Djakani tidak pantas mengisi posisi Wabup, diantaranya adalah sosok Arifin dinilai belum cocok menduduki posisi tersebut.

“ Saya sangat mengenal siapa Arifin Djakani dank arena hal itu, saya mewakili Komunitas Orang Limboto menilai dia belum cocok sebagai suksesor Fadli Hasan.” Kata Poni.

Poni Pakaya juga menambahkan selain sangat mengenal Arifin Djakani, dirinya juga mengatakan bahwa Politisi Partai Demokrat yang dicalonkan oleh PPP itu masih mempunyai track record yang buruk.

“ Kami harap Bupati lebih memprioritaskan calon yang  asli orang limboto  atau paling tidak Bupati memilih Sekda Hadijah Thayeb untuk mengisi posisi Wabup jika ada Beberapa pertimbangan yang diusulkan. Pada prinsipnya asal jangan Arifin Djakani, jika Orang Limboto yang dipilih tentu akan sangat baik.” Tegas Poni.

Elvikman Landjoi (Jubir Bupati)

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo melalui juru bicara Elvikman Landjoi ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa hal tersebut masih berproses sesuai mekanisme yang ada. Terlepas siapa yang akan menjadi Wakil Bupati, oleh Vikman mengatakan bahwa itu adalah hak dari Partai Pengusung dan diputuskan oleh DPRD Kabupaten Gorontalo.

“ Hal ini masih berproses dan yang jelas nama – nama itu sudah direkomendasikan oleh masing – masing Partai Pengusung. Dan siapapun yang akan menjadi Wakil Bupati, Bapak Bupati tidak mempunyai hak untuk memilih siapa yang menjadi wakilnya. Semua itu adalah hak penuh partai pengusung  untuk kemudian dipilih oleh DPRD, Bupati hanya sebatas mengusulkan saja.” Jelas Elvikman.

Hingga berita ini diterbitkan, Arifin Djakani Belum bisa dihubungi. (FN02)

604 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments