Ultimate magazine theme for WordPress.

Gandakan Karya Akademik Tanpa Izin, Kabid Kesmas Dikes Pohuwato Dilaporkan

Hendrik Mahmud : Tidak Akui Perbuatannya, Malah Klien Kami Dibentak

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Pasca adanya pembagian raport pada pelaksanaan Sosialisasi dan Orientasi Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Bagi Dasawisma rabu (25/7) kemarin, membuat Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pohuwato pun harus berurusan dengan hukum.

Pasalnya, Buku Raport Dasawisma dengan Judul “Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan” yang dibagikan pada kegiatan tersebut adalah sebuah karya akademik milik salah satu pendamping program Efri Leni Rauf yang digandakan tanpa sepengetahuan mahasiswa S2 Kebidanan asal Kecamatan Lemito tersebut.

Efri Leni Rauf melalui Kuasa Hukumnya Hendriyanto Mahmud mengatakan pada Fakta News (Minggu, 29/7) bahwa pada sebelumnya kliennya sempat dipertemukan di ruangan Sekretaris Daerah, akan tetapi Kepala Bidang Kesmas tetap mempertahankan pendapatnya bahkan sempat membentak-bentak serta memukul meja yang ada di lantai 2 Kantor Bupati Pohuwato.

“Pada Jumat tanggal 27 kemarin, klien saya telah diundang oleh Pak Sekda untuk dimediasi, akan tetapi yang saya sangat sayangkan, Kepala Bidang Kesmas tidak mengakui perbuatannya tersebut, malah sebelum masuk ruangan Sekretaris Daerah, Klien saya dibentak-bentak didepan umum.” Jelas Hendrik

Ditambahkannya lagi, berdasarkan perlakuan tersebut, pihaknya hari ini akan memberikan laporan resmi di Mapolda Gorontalo.

“Insya Allah hari senin (Hari ini) kami akan membuat 2 laporan ke pihak Mapolda Gorontalo atas Perbuatan yang tidak menyenangkan dan Kasus penggandaan hak cipta yang dilakukan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Bapak Irwan A. Samawati, .” Tegas Hendrik

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Irwan Analiku Menyerahkan Buku Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan Secara Simbolis

Ditempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato Djoni Nento mengatakan bahwa kedua belah pihak telah dipertemukan, akan tetapi belum ada keputusan yang bisa didapatkan, sehingganya Pendamping Program Efri Leni Rauf diminta untuk menyurati secara resmi kepada Bupati Pohuwato.

“Tadi saya sudah pertemukan kedua belah pihak, memang benar sebuah karya akademik harus ada sebuah kajian, dan buku itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ibu Efri yakni belum rampung, jadi karena belum mendapatkan hasil yang baik, maka yang bersangkutan saya arahkan untuk menyurat secara resmi kepada Pak Bupati.”Tegas Djoni.

Hal berbeda yang dikatakan oleh Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Pohuwato, Irwan A. Samawati kepada sejumlah awak media mengatakan bahwa buku yang telah digandakan sesuai dengan buku yang sebelumnya diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan ketika persoalan ini masuk keranah hukum maka dirinya menyerahkan semuanya kepada Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.

“Buku itu sama dengan yang diterbitkan sebelumnya, dan program ini sudah ada dari 2017 kemarin, karena pada saat itu saya atas nama Kepala Dinas, jadi semua saya serahkan ke Pak Sek dan Pak Kadis.”Bantah Irwan (FN01)

1,749 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Facebook Comments