Ultimate magazine theme for WordPress.

Pemkab Kabgor Klaim Berhasil Bangun 4.700 Mahyani, Ratusan KK Miskin Di Tabongo Timur Terabaikan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Dalam pemberitaan yang dirilis dari website milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang mengklaim bahwa Pemerintah telah berhasil membangun 4.700 unit mahyani, tentu mengundang banyak decak kagum. Disisi lain, ternyata masih  banyak ratusan bahkan ribuan kepala keluarga (KK) yang masih membutuhkan bantuan  Mahyani dari Pemerintah Daerah.

Seperti yang ada di Desa Tabongo Timur Kecamatan Tabongo, saat ini ada sekitar 273 KK yang masih sangat membutuhkan sentuhan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo. Dimana kondisi yang sangat memperihatinkan tersebut berbanding terbalik seperti apa yang diklaim oleh Bupati Nelson pomalingo.

Baca : https://humaskabgor.wordpress.com/2018/07/16/sukses-bangun-4700-mahyani-nelson-tetap-dikritik/

Dalam pemberitaan diatas, dikatakan bahwa Tercatat dalam setengah periode pemerintahan, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo berhasil membangun dan mendatangkan bantuan Mahyani hingga 4700 unit. Tahun 2016 ada 500 unit Mahyani dibangun, tahun 2017 meningkat menjadi 1700 unit Mahyani, dan untuk tahun 2018 ada 2500 Mahyani yang akan dibangun.

“Ini yang saya minta, jika mendapatkan data seperti itu, harus dicari tahu dulu di mana titik masalahnya, jangan langsung di viralkan, padahal kenyataannya tidak begitu. Ini akan membuat semangat kita kendor. Tapi kalau itu benar kita akan langsung tindak lanjuti, tetapi jangan dibalik pada itu (ada kepentingan), jangan berita-berita yang tak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Nelson Pomalingo seperti apa yang dikutip dari humaskabgor.wordpress.com

Kepala Desa Tabongo Timur Ismet Harun,S.Pd  ketika diklarifikasi Faktanews membenarkan bahwa didesanya masih terdapat 273 dari 342 KK yang rumahnya tidak layak huni tersebut. Menurut Ismet, hal ini tidak bisa di cover dari ADD Desa karena wilayah Tabongo Timur luas dan padat penduduknya.

“ Olehnya kami sudah membuat proposal ke Dinas Perkim Kabupaten Gorontalo untuk dapat mencover KK Miskin yang belum mendapatkan Mahyani. Total KK miskin yang membutuhkan Mahyani di desa kami ada sekitar 342 KK, namun 69 Unit sudah saya upayakan lewat program di BPM Pemdes Provinsi Tahun lalu. Nah sisanya saya berharap bisa dicover di Perkim Kabgor.” Urai Ismet.

Ismet menambahkan bahwa pihaknya telah mendapat konfirmasi dari Dinas Perkim terkait bantuan tersebut, namun masih menunggu anggaran untuk pembangunan lanjutan mahyani di Kabupaten Gorontalo.

“ Saya sudah mengkonfirmasi di Dinas Perkim, namun saat ini Perkim masih menunggu anggaran untuk bantuan mahyani selanjutnya.” Tambah Ismet.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Gorontalo Syamsul Baharuddin ketika diklarifikasi Faktanews mengatakan bahwa saat ini usulan mahyani yang sudah ada di Dinasnya mencapai 19.000. jumlah itu tersebar pada 191 Desa dan 14 Kelurahan. Namun yang diprioritaskan kata Samsul adalah desa yang memiliki prioritas seperti Stunting angka kemiskinan dan desa tertinggal

“ Usulan yang ada di Dinas Perkim kurang lebih 19.000 pak, tersebar di 191 desa dan 14 kelurahan. Dengan keterbatasan anggaran maka kita liat prioritas lokasi. Prioritas lokasi yaitu : Desa Stunting, angka kemiskinan, dan desa tertinggal. Dan untuk Desa Tabongo Timur,  Angkanya masih bagus.  Jadi belum terlalu parah. Tetapi tetap kita beri penanganan dan tahun ini ada 3 unit  rumah yg ditangani. Inshaa Allah bertahap, Kita tidak fokus di 1 desa saja. Semua jadi prioritas, namun ada yang sangat prioritas sesuai kriteria tadi.” Jelas Samsul.

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Irwan Dai ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah begitu banyak mendapatkan keluhan terkait persoalan mahyani. Sehingga oleh Irwan, dalam waktu ini melalui komisi II ankan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan instansi terkait pada persoalan tersebut.

“ Terkait banyaknya keluhan dan jeritan masyarakat persoalan rumah layak huni, maka dalam waktu dekat ini DPRD Kabgor melalui komisi II akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Terkait, hal ini perlu dilakukan untuk dapat bersinergi dengan Pemerintah Prov Gorontalo dalam rangka penuntasan Rumah tidak layak Huni di Kabupaten Gorontalo.” Kata Irwan.

Irwan menambahkan bahwa saat ini dirinya melihat geliat pembangunan Mahyani hanya dilakukan oleh Pemprov Gorontalo, sehingga Pemkab Gorontalo diminta untuk segera mengambil bagian.

“ Memang geliat pembungunan rumah Layak huni ini hanya dilakukan oleh Pemerintah provinsi Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Sudah harus mengambil bagian contoh kasus di Desa Tabongo timur. Disana kurang lebih 342 rumah tidak layak huni, yang  sudah di bangunan Pemerintah Provinsi kurang lebih 70 unit.  Masih ada 273 yg harus segera dituntaskan karena itu baru contoh kecil yang ada. Belum  didesa-desa lain di Kabupaten Gorontalo yang memiliki persoalan yang sama dan harus Cepat beroleh penanganan. “ Tutup Irwan. (FN02)

1,790 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments