Ultimate magazine theme for WordPress.

Menangkal Radikalisme, Polres Malteng Gelar FGD

Hasanuddin: Beberkan Jaringan Teroris di Maluku

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Dalam rangka menangkal faham radikalisme dan terorisme di wilayah hukum Kepolisian Resort(Polres)  Maluku Tengah (Malteng), Jumat,  (1/6) kemarin.  Polres Malteng menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) dengan tema bertemakan “Semangat pancasila sebagai pemersatu bangsa,”  berlangsung di Aula Bhayangkara, Mapolres Malteng.

Hadir sebagai pemateri dosen STAIN Ambon DR. Abidin Wakano, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanuddin, sementara peserta diskusi berasal dari seluruh stakeholder yang ada di Masohi,  raja-raja Se-Malteng dan Seram Bagian Timur,  seluruh Babinkantibmas Se-Polres Malteng dan Babinsa Se-Malteng.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol Hasanuddin, dalam pemarannya membeberkan sel jaringan teroris yang ada di Maluku. Menurutnya bahwa, jaringan teroris di Maluku memiliki kaitan dengan organisasi ISIS, Daulah Islamiah, JN, JI dan JAD.

“Jaringan teroris di Maluku ada, dan tersebar dibeberapa daerah, Kota Ambon, Seram Barat, Seram Timur, Maluku Tengah dan Pulau buru. Mereka tersebar dan berhubungan langsung dengan Anshor Khilafah Jasirah Al-Muluk (AKJM) dibawa pimpinan Nasarudin Mochtar alias Abu Gar alias Abu Fidah alias Saiful dan Harikatus Syababul Mujahidin Al-Muluk dibawa Pimpinan Bhakti Utomo alias Tomo alias Ayah,” bebernya.

Aktifitas mereka kata Hasanudin,  oleh kepolisian sudah terpantau sejak lama dan bahkan beberapa waktu yang lalu ada 6 terduga teroris telah diringkus oleh Polda Maluku. “Dengan adanya undang-undang Terorisme hasil  revisi, mereka yang kita curigai dan berhubungan dengan jaringan teroris kita sudah bisa melakukan penahanan dan melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dirinya berharap agar masyarakat Maluku dapat berpartisipasi langsung menangkal teroris, sebab teroris itu musuh bersama yang wajib diberantas.

“Menangkal teroris dengan cara hindari ciri-ciri intoleransi, fanatik, membedakan diri dari umat islam umumnya. Hanya mau beribadah dengan kelompoknya sendiri, dan menganggap orang lain itu thogut. Hal itu kami sangat butuhkan partisipasi masyarakat untuk menangkal teroris dengan proaktif, sehingga jika temukan aktifitas orang-orang yang mencurigakan untuk dilaporkan keaparat kepolisian setempatan,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai komandan Detasemen Anti Teror Polda Metro Jaya.

Menurutnya, saat ini Polda Maluku sedang mengusulkan ke Polri agar dibentuk Satgas Anti Teror di Polda Maluku sebagai bagian dari keseriusan polda Maluku untuk berantas terorisme di provinsi ini.

“Kami juga temukan banyak siswa yang sudah dirasuki paham radikal, mereka menganggap menghormat kepada bendera merah putih itu haram. Padahal banyak pahlawan kita yg berasal dari para kiyai, menyeruhkan cinta tanah air bagian dari iman. Pancasilah harusnya kita sukuri, sebab pancasila merangkul semua perbedaan. Olehnya tingkatkan persatuan dan persatuan dalam menangkal radikalisme,” ajaknya (Ruslan)

4,888 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments