Ultimate magazine theme for WordPress.

Lubangi Gambar Kabbah, APK Partai Persatuan Pembangunan Kabgor Disorot

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Alat Peraga Kampanye (APK) Bacaleg di Kabupaten Gorontalo menuai sorotan. Pasalnya, selain belum diturunkan APK milik para Bacaleg tersebut dinilai sengaja melubangi gambar logo partai untuk menghindari aturan Bawaslu terkait larangan pemasangan APK untuk kepentingan Pemilu 2019 nanti.

Nasir Demolingo salah satu masyarakat kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo memprotes keberadaan APK tersebut. dimana Nasir mempertanyakan soal logo partai yang dinilai sengaja digunting untuk menghindar dari aturan pemasangan APK yang sudah dilarang oleh Bawaslu itu.

“ Saya heran dengan baliho – baliho itu, Kenapa logo partainya digunting?? Hal itu mungkin Disengaja untuk menghindar dari larangan Bawaslu?? “ Tanya Nasir.

Taufik Buhungo, Pentolan Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) Kabupaten Gorontalo ketika dimintai tanggapannya menilai bahwa hilangnya logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam setiap baliho bacalegnya, bisa menjadi pukulan telak bagi partai yang berlambangkan kabbah itu.  Menurut Taufik, PPP tidak bisa menunjukan sikap seperti apa yang termaktub pada Lambang kiblat umat Islam itu.

“ Sengaja menghilangkan logo Partai berarti memberi arti bahwa PPP tidak bisa menunjukan sikap seperti apa arti dari lambang Kabbah, yang kita tahu bahwa itu adalah gambar kiblatnya Umat Muslim. Dan sepertinya ini pukulan telak bagi PPP khususnya Bacaleg – Bacalegnya, karena gambar itu sangat suci bagi orang Islam dan ini bisa memantik reaksi publik. “ Urai Taufik.

Ditambahkan pula bahwa sebagai Partai penguasa, harusnya PPP memberikan contoh yang baik kepada masyarakat sebagai bahagian dari pendidikan politik yang wajib disosialisasikan.

“ Ini akan menjadi tugas berat bagi teman – teman di PPP, Ketua DPW nya yang notabene adalah Bupati Dikabgor seharusnya memberikan contoh yang baik buat masyarakat. Jangan mentang – mentang Partai Penguasa, terus terlihat tidak professional, karena ini (Baliho,red) juga sebagai pendidikan politik yang wajib disosialisasikan  kepada orang banyak. Kalau seperti ini, tentu sinyalnya tidak baik. “ Tambah Taufik.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPW PPP Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo dan Ketua DPC PPP Kabupaten Gorontalo Syam T. Ase, ketika diklarifkasi Faktanews Via WhatsApp nya Belum mau memberikan komentarnya. (FN02)

6,209 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Facebook Comments