Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua,SH,.Mengatakan bahwa Kabupaten Maluku Tengah  (Malteng) merupakan  wilayah yang masyarakatnya pluralistik. Kemajemukan bangsa maupun daerah ini terlihat dari banyak kelompok suku, agama, ras, dan antar golongan dengan kekhasan latar belakang bahasa daerah, tradisi, adat istiadat, seni, maupun budaya.

“Bila kita bijaksana tentu, kemajemukan yang kita miliki sesungguhnya merupakan anugerah dari Allah SWl’,Tuhan Yang Maha Kuasa yang patut kita syukuri sebagal kekayaan bangsa dan daerah ini.” Demikian disampaikan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, SH. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi  lintas agama, Selasa, (15/5) yang digelar Forum Ummat Beragama Malteng, di pusatkan di Aula Kementrian Agama Malteng.

Namun dikatakannya, kemajemukan yang menjadi modal sosial itu, justru kadangkala disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang mengarah pada konflik soslal dan berbagai permasalahan lainnya dalam kehidupan masyarakat.

Olehnya itu, upaya-upaya komunikasi, dialog,dan diskusi internal maupun esktemal antar umat beragama dan antar kelompok sosial dalam masyarakat untuk membangun dan merawat kesadaran, kesepahaman, komitmen dan tekad untuk saling menghormati, menghargai perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan dalam bingkai NKRl dan Bhineka Tunggal lka berdasarkan Pancaslla dan UUD 1945 harus selalu dilakukan di setlap kesempatan. “Perlunya membangun komunikasi, dialog dan diskusi yang intensif,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan masyarakat sangat bebas memperoleh informasi dari berbagai sumber yang sulit dibendung. Kadangkala informasi yang diterima masyarakat tidak dicerna dengan baik, sehingga masyarakat mudah dipengaruhi oleh perkembangan informasi tersebut.

” Apalagi informasi thanya merupakan berita bohong (Hoax) atau mengandung ujaran kebencian yang mengarah pada adu domba antar pemeluk agama maupun kelompok suku atau antar desa/negeri dan isu-isu sektarianisme, ini perlu dihindari.” ingatnya. (Ruslan)

1,708 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini