Ultimate magazine theme for WordPress.

Dinilai Tidak Tegas, Pemda Boalemo Diminta Selesaikan Masalah Banjir Wonosari

Fakturrahman : Jika permintaan kami diindahkan, Kami Surati Presiden Jokowi

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, saat ini meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo untuk tegas dalam menyikapi dampak banjir di Wonosari. Hal ini tertuang dalam aksi demo terkait banjir yang berdampak luas dimasyarakat akibat rusaknya embung milik PT. PG Tolangohula yang tak kunjung diperbaiki.

Fakturrahman, kordinator aksi kepada Faktanews mengatakan bahwa sat ini masyarakat kecamatan Wonosari sangat diresahkan oleh persoalan musibah banjir yang kerap menjadi masalah klasik didaerahnya. Menurut Fakturrahman hal ini dikarenakan persoalan embung yang diduga sengaja ditutup oleh PT. PG Tolangohula yang kemudian menjadi sumber permasalahan.

“ kami masyarakat Wonosari sangat diresahkan dengan kondisi banjir yang kerap menimpa kami. Setelah kita telusuri, akibat dari banjir ini berawal dari penutupan 9 titik embung dengan luas total 25 Hektar oleh pihak PT. PG Gorontalo, yang kemudian menjadi masalah dan musibah besar bagi kami khususnya di 3 (Tiga) Desa yang ada di Kecamatan Wonosari dan 1 (Satu) Desa di Kecamatan Paguyaman. “ Terang Fakturrahman.

Dirinya menambahkan bahwa hingga saat ini masalah tersebut belum bisa diselesaikan, baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, Pihak Perusahaan dan masyarakat sebagai dampak dari embung yang ditutup itu. Masih kata Fakturrahman, Pihak PT. PG Tolangohula belum memperlihatkan niat baik untuk dapat memberikan solusi terkait dengan masalah embung tersebut. Olehnya pihaknya meminta ketegasan Pemerintah Daerah untuk dapat menyelesaikannya.

“ Aksi damai kami ini sudah dimulai dari hari rabu kemarin (2/5), Satu minggu sudah kami menyuarakan masalah ini. Intinya kami meminta ketegasan Pemerintah Daerah untuk menyikapi masalah yang sudah meresahkan dan merugikan kami, jika permintaan kami diindahkan maka kami akan menyurati Presiden Jokowi untuk menindaklanjuti persoalan ini. Karena sampai hari ini, pihak PT. PG Tolangohula belum menunjukan itikad baik terhadap kami sebagai korban dampak embung yang ditutup itu.“ Tegas Fakturrahman.

Igun Tambipi, Masyarakat Kecamatan Wonosari kepada Faktanews turut mengungkapkan kekecewaannya terkait lambatnya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Menurut Igun, ketegasan Bupati sangat diperlukan untuk dapat berperan aktif menyelesaikan masalah embung yang berada di Desa Mekar Jaya tersebut.

“ Kami paham akan aturan yang mengikat antara Pengelolaan HGU oleh pihak PT. PG Tolangohula itu, Namun bukan berarti kami bodoh jika hal ini sengaja dibiarkan oleh Pemerintah. Olehnya Pemerintah dalam hal ini Pak Bupati agar bisa berperan aktif untuk mendukung kami, minimal memediasi persoalan ini yang sangat meresahkan masyarakat di Dua Kec amatan ini. Jangan sampai malah sebaliknya, Pemerintah hanya duduk diam melihat masyarakat yang kena dampak banjir. Sehingga penilaiannya Pemerintah kurang tanggap terhadap setiap masalah yang ada didaerah. “ Tutur Igun.

Wakil Bupati Boalemo Anas Jusuf kepada Faktanews mengatakan bahwa, saat ini sudah ada upaya penyelesaian masalah yang meresahkan masyarakat tersebut. Dimana menurut Anas Pemerintah Daerah dan pihak Perusahaan sudah memberikan sinyal itikad baiknya untuk sesegera mungkin menyelesaikan masalah embung tersebut.

“ Sudah ada itikad baik dari perusahaan, dan dalam waktu dekat ini telah ada solusi dari kami yaitu akan mendatangkan alat berat untuk mengeruk kembali embung tersebut. hanya saja yang bisa dicover ini baru 2 dari 9 titik embung. Sisanya kita menunggu hasil pertemuan dengan pihak Perusahaan dan masyarakat hari senin nanti. “ Tutup Anas. (FN02)

759 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments