Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Dinas ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menggelar Workshop Temu Bisnis dan Pemasaran. Kegiatan dengan tema “Peningkatan Kesejahteraan Penatani Kecil (PKPK/Solid) Kabupaten Maluku Tengah,” dipusatkan di Aula Hotel Sinar Masohi, Kamis (3/5)).

Hadir sebagai peserta penyuluh/pendamping solid 28 Desa sasaran Solid, kelompok mandiri solid/federsi 28 desa sasaran dan perwakilan pengurus 6 senyra bisnis pada desa sasaran solid Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara hadir sebagai pemateri masing-masing Kordinator Solid  M.Tuanaya,SP dan para officer menejemen solid kabupaten Malteng, dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Malteng Rony Hetharia,SE.M.AP.

Dalam sambutannya Hetharia mengatakan bahwa, program-program kegiatan Solid yang telah dilaksanakan sejak 2011, kiranya harus menghasilkan hasil yang baik sesuai tujuannya yakni peningkatan kesejahteraan petani kecil.

“Apa yang sudah dilaksanakan dan hasil yang didapat selama ini harus dipertahankan dan dapat menjadi produk unggulan, hasilnya ada untuk peningkatan kesejahteraan petani kecil. Ini harus menjadi perhatian semua kelompok mandiri solid dan khususnya bagi pendamping serta fasilitator,” tegasnya.

Diingatkan agar bantuan yang selama ini di berikan untuk dapat dikelola secara baik untuk kepentingan kelompok. Hal ini perlu, sebab kami tidak mau untuk disibukan dengan pihak pemeriksa baik itu BPK maupun pihak inspektorat.

“Semuanya itu harus dikelola dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga tidak disibukan dengan pihak BPK. Jangan kita disibukan dengan hasil temuan akibat pengelolaan dana bantuan, jika kerjanya baik maka kita tenang,” ingatnya.

Selain itu pula, terkait dengan produk dari masing-masing sentra bisnis  yang ada di 6 desa binaan yakni Desa Haya Kecamatan Tehoru, Desa oma Kecamatan Pulau Haruku, Desa Yanuelo, Kelurahan Holo Kecamatan Amahai dan Desa Liang, Desa Samasuru Kecamatan Teluk Elpaputi, harus lebih meningkatkan jumlah dan kualitas produksi.

“Jumlah produksi perlu ditingkatkan dan kualitas harus dijaga, ini penting agar bisa bersaiang dipasar, baik pasar lokal Maluku maupun diluar pasar Maluku yakni provinsi lain. Seperti produk sagu bunga yang diproduksi sentra bisnis Desa Oma Kecamatan Pulau Haruku, sudah menembus pasar luar yakni sampai di Jayapura dan keluar negeri di Belanda, ini sangat mebanggakan. Sebab jika seluruh sentra bisnis dapat terus berkembang, maka sudah tentunya akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat sekitar dan khususnya kelompok,”  tandasnya (Ruslan)

786 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini