Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Bupati Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)  Tuasikal Abua, SH.  Sabtu,(31/3/18), mencanangkan Salam-Sarane  Kalesang Negeri, di tandai dengan pemukulan tipa dan kerja bakti dua komunitas baik salam dan sarne pada lokasi Mesjid Raya Ibnu Abdullah dan bekas gereja zhebout yang berada di pusat Kota Masohi.

Kegiatan pencanangan di pusatkan di depan bekas gereja zhebout jalan binaya Masohi, hadir Ketua  MUI Malteng,  Klasis GPM,  Pastor Paroki, perwakilan remaja mesjid,  perwakilan OKP dan sejumlah Pimpinan SKPD Pemkab Malteng.

Dalam sambutannya,  Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua,  SH. Mengatakan bahwa, untuk menciptakan Malteng menjadi bagus dan masyarakatnya sejahtra,  adalah tanggung jawab semua kompoten masyarakat,  bukan hanya pemerintah.  Sehingga,  untuk menjawabnya,  kami mengajak semua kompoten masyarakat untuk turit bahu membahu bersama membantu mensukseskan berbagai agenda pembangunan yang sudah di lakukan maupun yang akan dan sedang dilakukan Pemerintah Malteng.

“Pemerintah terus bekerja untuk mewujudkan harapan masyarakat agar Kota ini maju dan berkembang, ini terus kita lakukan. Saya akan menata Kota ini menjadi kota yang bersih, indah dan nyaman sehingga semua orang berkeinginan datang melihat secara langsung, kembali membawa cerita kesan baik,” terangnya.

Selaian itu kata Tuasikal,  nantinya akan dikembangkan taman kota flora dan menjadikan Kota Masohi yang hijau sehingga kota ini sejuk rimbun dengan pepohonan khususnya dengan bunga tukuboya.  Namun terkait dengan Taman flora, ada sedikit hambatan berupa protes sebagian warga yang belum mengerti.

  “Mereka protes karena taman flora akan dibangun di bekas kuburan lama,  karena diminta untuk pindahkan makam lama ke tempat pamakaman umum yang baru. Ini sudah diberikan pemahaman untuk ada pengertian dari ahli waris,  oleh tokoh agama sudah mendukung,  taman kota akan dibangun untuk kepentingan masyarakat, ” ujarnya.

Menurutnya, meski ada protes dari beberapa warga namun pemerinta mau memberikan yang terbaik buat masyarakat yakni kota ini harus ada penghijauan.  Sebab, jika tidak dilakukan penghijauan maka akan terjadi bencana besar yakni banjir,  karena kurangnya resapan air.  “Kota ini kita tatah dengan baik agar kota itidak kekurangan sumber air, sehingga kita harus lakukan penghijauam dimana-mana. Semuanya bukan untuk kepentingan Satuan Kerja Pemerintah (SKP) dan pikada,  semua sudah berlalu yang ada hanya kita lakukan untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Pewarta : Yuslan Idris

1,184 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini