Ultimate magazine theme for WordPress.

Menunda Operasi Justicia Dan Pendekatan Persuasif Dinilai Lebih Manusiawi

Seminar Pengelolaan Manggrove Multipihak CATP Hasilkan 11 Rekomendasi

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Dalam rangka menjaga dan melestarikan hutan bakau yang berada diwilayah Cagar Alam (CA), Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Pengelolaan Manggrove Multipihak CATP.

Kegiatan yang bertujuan untuk mempertemukan berbagai pihak yang terkait langsung dengan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan dan ekosistem mangrove khususnya Kabupaten Pohuwato ini bermaksud mendiseminasikan temuan hasil-hasil analisis mengenai Cagar Alam Tanjung Panjang dan kawasan hutan mangrove lainnya di Gorontalo dan temuan hasil riset mangrove baik ekologis, maupun sosial ekonomi, dan beberapa riset mangrove serta mendokumentasikan pengalaman-pengalaman berharga dalam pengelolaan mangrove di Provinsi Gorontalo khususnya di Cagar Alam Tanjung Panjang.

Dalam sambutannya, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga mengaakan bahwa cagar alam tanjung panjang harus segera diselamatkan, sehingganya Bupati 2 perode ini berharap adanya ketegasan tanpa melakukan tindakan kekerasan serta memberikan batas waktu bagi para petani tambak.

“Apapun alasannya, CA Tanjung Panjang harus diselamatkan, dalam kegiatan ini kan harus ada sebuah rekomedasi yang lahir, tapi saya menyarankan harus ada ketegasan, kita pun harus lebih sensitive dan peka, dimana mereka siap untuk meninggalkan cagar alam, akan tetapi mereka pun meminta agar diperlakukan sebagai manusia, mereka pun meminta untuk diberikan waktu karena mereka pun telah berinvestasi.” Jelas Syarif seraya menambahkan

Sebuah ketegasan tentang batas waktu yang akan diberikan harus segera ditetapkan, kemudian seluruh stakeholder pun diharap agar dapat memberikan sosialisasi terhadap seluruh Petani Tambak.

“Saya minta agar seluruh stakeholder, kita pun harus mengamini apa yang menjadi tuntutan mereka, akan tetapi harus ada sebuah ketegasan didalamnya, mulainya dari kapan sampai dengan kapan, kita minta pendapat dan kita pun harus mensosialisasikan kepada mereka, kalau pun kita belum mengambil sebuah keputusan, sampai kapan pun masalah ini tidak aka selesai.”Tegas Syarif

Ditempat terpisah, Rahman Dako yang merupakan salah satu pendiri Japesda Gorontalo saat diwawancarai Fakta News mengatakan bahwa maksud dan tujuan digelarnya Seminar  Pengelolaan Manggrove Multipihak CATP ini adalah untuk mendapatkan solusi terbaik untuk melindungi CA Tanjung Panjang.

“Dari banyaknya pertemuan yang dilakukan tidak ada jalan keluarnya, sehingganya kami dari Japesda mengadakan kegiatan ini untuk mendapatkan solusi atas CA Tanjung Panjang, sehingganya kami pun menawarkan 3 skenario dalam hal menyelesaikan persoalan manggrove, kami pun puas dari hasil seminar ini karena semua pihak termasuk Bupati Pohuwato sangat antusias dan senang serta menerima hasil ini, hanya saja masih ada 1 point dimana Serikat Petani Tambak masih akan melakukan konsolidasi tentang memutuskan pakah mereka menerima keputusan 5 tahun.”Jelas Rahman (FN-01)

1,119 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments