Faktanews.com (Hukum) – Kabupaten Pohuwato, Pasca Maraknya kasus penembakan dengan Panah Wayer di Kota Gorontalo, kini wilayah barat pun dihebohkan dengan kasus yang sama, hal ini tentu membuat “Panah Wayer” di Provinsi Gorotalo menjadi suatu kasus yang rumit untuk diselesaikan.

Pada Senin (19/03) sekitar pukul 01.00 wita, bertempat di Desa Dudewulo Kecamatan Popayato Barat, seorang pemuda  berumur 20 Tahun (Mursalim) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bumi Panua untuk segera dilakukan operasi atas penembakan menggunakan Panah Wayer oleh seorang siswa (Mohammad Subhan Masulili) kelas IX di MA Al – Khairat Dudewulo.

Informasi yang dirangkum, kejadian tersebut awalnya, korban, dan Uban bersama rekan lainya berada di tempat billyar milik salah satu warga di Desa Dudewulo Kec. Popayato barat. pada saat pelaku (Uban,red) sedang menyodok bola billyar yang masuk pada lubang hanya bola putih, Korban (Mursalim,red) pun mengambil bola putih tersebut dan menaruhnya kembali keatas meja billyar namun tanpa sengaja mengenai bola 12, Suban pun marah dan melontarkan kata merendahkan kepada Korban. Adu mulut antar keduanya pun tak dapat dihindari, sampai akhirnya keduanya pulang kerumah masing-masing. Saat dalam perjalanan pulang ke asrama Uban dicegat mursalim, saat itu pun adu mulut kembal terjadi, sampai akhirnya Mursalim melayangkan pukulan kepada  Uban, hingga mengenai hidung Uban.

Uban yang tak terima dipukuli Mursalim, Uban pun balik mencari Mursalim. Saat keduanya bertemu di pintu gerbang sekolah MA, Uban langsung menggertak Mursalim dengan panah wayer sehingga Mursalim pun langsung lari ke arah Jalan Trans Sulawesi, tak lama kemudian Mursalim balik arah dan berteriak telah terkena panah. Melihat kejadian tersebut rekan – rekan Mursalim yakni Ikbal dan Zainal langsung menolong Mursalim dan dibawah ke Puskesmas Popayato untuk mendapat perawatan medis. Karena kondisi korban cukup mengkhatirkan korban pun dirujuk ke RS. Bumi Panua untuk mendapat perawatan lebih lanjut

Marwan Alhuda (28) rekan korban mengungkapkan, setelah Pelaku (Suban,red) mengejar korban, tak lama kemudian korban kembali mengejar pelaku. rekan-rekannya pun kaget saat melihat sebuah besi menempel diperut korban. “Abis te Uban dusu, tidak lama bagitu Korban bale tapi bataria so ta tusu panah wayer,” ungkap salah satu rekan korban.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Popayato Barat Ipda Irwadin menjelaskan saat ini Pelaku sudah diamankan dan sementara diperiksa Res Polsek Popayato barat. “Saat ini pelaku sudah kita amankan, untuk penetapan status dan lain-lainya masih menunggu hasil pengembangan penyelidikan,” Jelas Kapolsek yang baru beberapa pekan ini menjabat Kapolsek Popayato Barat. (FN-01)

591 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini