Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, “ Bantu putri daerah, kok Disorot…”, adalah komentar Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Nasir Giasi yang ada di Group WhatsApp Internal Golkar Pohuwato belum lama ini. Dimana komentar tersebut kembali membias setelah adanya pemberitaan yang mengangkat adanya sorotan masyarakat Kecamatan Marisa terkait berangkatnya seluruh Anggota DPRD Pohuwato dan disinyalir memboyong seluruh keluarga dan konsituen ke Studio salah satu TV Nasional menggunakan SPPD DPRD Kabupaten Pohuwato.

Baca :

http://faktanews.com/2018/02/23/hadiri-lida-dprd-pohuwato-disorot/

http://faktanews.com/2018/02/24/dukung-yuyun-di-lida-seluruh-anggota-dprd-pohuwato-boyong-keluarga/ )

Seperti diketahui, Lolosnya Yuyun Lukum di Liga Dangdut Indonesia (LIDA) beberapa waktu lalu menuai banyak pertanyaan dari kalangan masyarakat se Provinsi Gorontalo. Dibeberapa percakapan yang ada digroup media social Facebook, lolosnya Yuyun Lukum dengan mengalahkan keempat kontestan lainnya, menuai protes dengan berbagai alasan yang dikeluarkan. Mulai dari kualitas suara hingga persoalan kemenangan hanya perolehan sms tertinggi pun disuarakan, Hal ini tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan.

Terkait komentar Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi di Group Internal Golkar Pohuwato, Ketua Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) Indonesia Rahmat Himran, kepada Fakta News mengatakan bahwa mengacu pada kalimat – kalimat yang dikeluarkan dalam grup WhatsApp itu menandakan telah terjadi adanya dugaan pemanfaatan SPPD yang tidak sesuai dengan koridornya. Dimana menurut Rahmat, bahwa isu pemberangkatan keluarga dan konsituen

“Setelah saya baca dan cermati secara seksama dan dalam sorotan saya pun melihat adanya kejanggalan atas pemberangkatan seluruh Anggota DPRD ke Jakarta beberapa waktu lalu yang katanya melakukan konsultasi , padahal statement yang dikeluarkan oleh Ketua DPRD dan Ketua Fraksi Golkar ini bisa saja dinyatakan suatu pembenaran bahwa keberangkatan mereka hanya untuk menghadiri dan meramaikan Liga Dangdut Indosiar dengan menggunakan SPPD Daerah, walaupun dengan alasan melakukan konsultasi ke pihak kementerian, bahasa tersebut sangat menjelaskan bahwa membantu putri daerah kok disorot, itu mengunakan dana yang berasal dari daerah. .” Kata Rahmat.

Rahmat pun menambahkan bahwa pendukung berikutnya berasal dari ketua Fraksi Golkar DPRD Pohuwato Iwan Adam yang mengeluarkan kalimat dan menyebutkan bahwa (Ati Olo Untuk Kepentingan Orang Banyak Ko Disorot ) ini menurut Rahmat adalah sebuah penguatan yang terindikasi pembenaran dugaan penggunaan SPPD bagi keluarga dan konsituen. Apalagi yang saya dengar hanya 22 Anggota DPRD yang berangkat, 1 Orang Pulang karena anaknya sakit dan kedua orang lainnya memang tidak berangkat, sementara dilaporan mereka ke 25 Anggota pergi ditemani para staf plus wartawan yang ikut dengan mereka. Dan untuk membuktikannya, mari kita lihat foto2 pemberangkatan mereka di Kementerian yang menjadi tujuan mereka. ” Tambah Rahmat.

Sangat Disayangkan, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pohuwato Iwan Adam, ketika dihubungi Fakta News, Hingga berita ini diterbitkan tidak menganggkat telpon selullernya. (FN-01)

 

2,769 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini