Ultimate magazine theme for WordPress.

Satu-Satunya Di Indonesia, Lapas Dan Polres Bekerja Sama

Galakan Pembimbingan Rohtal, Kapolres Dafcoriza Boyong Jamaah Tabliq

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Menjadi sebuah langkah dan juga satu-satunya di Indonesa, Lembaga Permasyarakatan Kelas III bekerja sama dengan pihak Kepolsian Resort (Polres) Pohuwato untuk melakukan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental untuk 120 warga binaannya.

Kegiatan yang bertujuan untuk memperhatikan dan merubah serta membentuk moral, etika, akhlak dari seluruh warga binaan Lapas Kelas III Pohuwato ini, juga bermaksud untuk merubah paradigma atau mainshet masyarakat tentang dunia Lembaga Permasyarakatan.

Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas III Dan Kapolres Pohuwato Bersama Seluruh Warga Binaan Tengah Mendengarkan Pembimbingan Rohani

Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas III Pohuwato Rusdedy, Amd. Ip, SH,. MS.i melalui Kepala Subdit Pembinaan Abdul Razak Suleman, SH, Kepada Fakta News mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut agenda silaturahmi dan juga memberikan pembimbingan kepada seluruh warga binaan Lapas.

“ Jadi kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin Polres untuk melakukan silaturahmi antara Aparat Penegak Hukum  dengan pihak Lapas dan juga seluruh Warga Binaan, dimana kegiatan ini lebih difokuskan dengan kegiatan kemandirian berupa kegiatan keagamaan.”Jelas Razak

Ditambahkannya lagi, bahwa saat ini seluruh warga binaan Lapas Kelas III Pohuwato mayoritas muslim, sehingga pihaknya beserta Polres  memberikan pemahaman kembali tentang ajaran Islam.

“Dan kebetulan dilapas ini mayoritas muslim, maka kami dan juga Polres Pohuwato bekerja sama untuk memberikan pemahaman kembali kepada seluruh warga binaan.” Ungkapnya

Ketika Fakta News menyinggung tentang jumlah kegiatan warga binaan yang saat ini berjalan, Kasubdit Pembinan Lapas mengatakan bahwa saat ini ada 4 kegiatan yang sementara dijalankan.

“Saat ini ada 4 kemandirian warga binaan yang dijalankan selain pembimbingan Rohani dan Mental, yakni, Dibidang Perkebunan, Pertanian, perikanan dan industri, warga binaan yang saat ini melakukan kegiatan tersebut adalah warga binaan yang telah asimilasi atau telah menjalani setengah dari hukuman yang mereka terima, dan semua harus melalui mekanisme yang ada.”Tutup Razak. (FN-01)

1,307 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments