Pemdes Dan TPK Dinilai Salah Perhitungan

Fakta news.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Belum genap setahun, proyek jalan tani yang berada didesa Rumbia Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo sudah rusak parah. Hal ini tentu memicu banyak pertanyaan masyarakat, akibat umur pekerjaan baru selesai pada Mei 2017 Silam.

Seperti diketahui, jalan tani tentu saja sarana akses di buat untuk memudahkan masyarakat, namun jalan tani yang berada di desa rumbia sangat memprihatinkan karena tidak dapat dilewati oleh masyarakat. Kondisi yang sudah rusak parah ditambah dengan tidak adanya perhatian dan lambatnya penanganan Pemerintah Desa yang dinilai kurang perhatian dalam memperhitungkan dampak dan situasi alam.

Karim Ahmad, Salah satu warga Desa Rumbia kepada Faktanews mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil kerja Pemerintah Desa yang dinilai tidak memperhitungkan dampak alam sehingga berdampak pada implementasi dana desa yang terbuang sia – sia. Menurut Karim, seharusnya sebelum dikerjakan Pihak Pemerintah Desa dan TPK Desa sudah merencanakan dengan perhitungan yang tepat.

” Jalan tani disini ini pak hanya meresahkan masyarakat saja. Seharusnya ini adalah akses memudahkan masyarakat tani. Kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab pak…? “ Ungka Karim.

Karim pun menambahkan bahwa, Pekerjaan ini di laksanakan pada bulan Mei 2017, sehingga kondisi rusak parah yang belum setahun ini perlu dipertanyakan.

“ Tapi sekarang baru bulan februari 2018 jalan tani ini sudah rusak parah padahal anggaran tersebut tidak sedikit digunakan dan ini sudah menelan biaya dana desa yang sangat banyak, yakni senilai Rp 212.525.500,-. Padahal kami lagi membutuhkan bantuan-bantuan lainnya. ” Tambah karim ahmad

Kepala desa Rumbia Rudin Dai, kepada ketika diklarifikasi Fakta News merasa keheranan. Pasalnya, dirinya baru saja dilantik kembali sehingga merasa heran pekerjaan tersebut sudah dalam kondisi rusak parah.

“ Saya disini baru dilantik sekitar 20 hari. Pekerjaan ini masih dari penjabat kepala desa. Jadi saya masih kurang paham dengan jalan tani yang di kerjakan belum 1 tahun itu. dan jujur saya pun merasa heran jalan tani tersebut sudah rusak parah padahal di gunakan masyarakat belum setahun ini. ” ungkap Rudin.

Mantan penjabat Kades Rumbia Yeri Otoluwa, ketika dihubungi via selulernya mengatakan bahwa pekerjaan jalan tani tersebut rusak akibat alam. Dimana menurut Yeni kondisi hujan yang tidak menentu inipun menjadi penyebab utama rusaknya Jalan tani yang dikerjakan menggunakan anggaran desa itu.

“ Jalan tani itu pak rusak karna alam, faktor cuaca dalam hal ini hujan yang menjadikan jalan tani seperti itu. Di RAB nya sudah seperti itu bahkan kami telah membuat LPJ nya pak.” jelas Yeri

Kadis Sosial Kabupaten Boalemo Delfi Yusuf, kepada Faktanews mengatakan bahwa persoalan jalan tani diDesa Rumbia ini telah diketahui oleh pihaknya. Bahkan menurut Delfi, persoalan itu adalah masalah besar buatnya sehingga hal ini langsung ditindaki.

” Ini masalah kami sudah ketahui dan ini jadi masalah besar untuk kami. Saat ini kami sementara tangani dan untuk menindak lanjutinya, saya sudah arahkan kabid yang menyangkut dana desa untuk langsung ke lapangan.” Jelas Delfi Yusuf Via Selullernya.

Sementara itu, TPK Desa Rumbia Nasir ketika dihubungi Faktanews menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sesuai yang ada di RAB. Namun kondisi hujan serta anggaran yang tak cukup lah menjadi alasan utama penyebab rusakanya pekerjaan tersebut.

” Secara tekhnis kami sudah bekerja sesuai RAB, faktor cuacalah yang membuat tanah itu lentur sehingga menghasilkan kondisi seperti itu pak. Bahkan timbunan itu sudah melebihi, hanya saja saya tidak bisa paksakan jalan ini akan rendah karena anggaran sudah habis pak” Tegas Nasir. (TR-02)

 

 

 

Editor : Jeffry As. Rumampuk

1,272 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini