“ Menjadi Walikota Itu Berat, Kalian Takkan Sanggup. Biar Kami saja…”

Oleh : Jeffry As. Rumampuk

Faktanews.com (Opini Politik) – Kota Gorontalo, Pemilihan serentak Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo Tahun 2018 semakin memanas. Dengan dipastikannya ketiga pasangan calon yakni pasangan MATAHARI (Marthen Taha – Rian Kono), ADHA-CBD (Adhan Hardi Cinta Budi Doku) dan RAMAH (Rum Pagau – Rusliyanto Monoarfa )lolos pada Pemilihan serentak Walikota Gorontalo Tahun 2018 ini, maka dipastikan bahwa genderang perang telah bertabuh.

Perang yang mengamanatkan sinyal untuk mendapatkan hasil demokrasi yang lebih baik, perang dimana istilah “puputan” terpaksa harus diagungkan secara aktif dan massif demi mendapatkan pemimpin yang benar benar berkualitas.

Seperti diketahui bahwa proses awal peperangan dipilwako Gorontalo Tahun 2018 ini telah menggugurkan para tokoh baik local maupun nasional. Sebut saja Elnino M. Husaen Mohi, Anggota Komisi I DPR RI ini tak kuasa menahan gempuran psikologi rakyat Kota Gorontalo dan Akhirnya memilih mundur  serta menjadi Ketua Tim Pemenangan ADHA-CBD. Syarifudin Mosii, Geliat Tokoh Nasional asal Gorontalo ini poun sangat Nampak diawal  tahun 2017 silam. Alih – alih merayu dukungan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan untuk maju di Pilwako, akhirnya redup dikala penghujung Tahun. Begitu banyak dukungan dan seruan untuk menantang sang ketua, Fedriyanto Koniyo Ketua DPRD Kota Gorontalo pun akhirnya memilih mundur  dari aspirasi dan dipilih menjadi Ketua Tim Pemenangan kandidat yang dipilih Partainya yakni Pasangan MATAHARI.

Selanjutnya ada nama Yunus Nusi, pemuda perantauan yang berhasil berada dilevel tinggi ditubuh Persatuan Sepak Bola Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama PSSI. Begitu membahana diawal tujuan untuk menjadi Khalifah dipilwako nanti, namun mundur dengan menerima kartu merahnya sendiri. Belakangan Pria ini terpilih menjadi ketua Asosiasi Provinsi PSSI Kalimantan Timur pada Kongres Desember 2017 silam.

Berikut ada nama Erman Latjengke, sosok yang duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo dan juga sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Gorontalo ini, pun tak kuasa mewujudkan niatnya untuk maju di Pilwako, Isyarat dari Sang Ketua DPD pun menjadi pilihannya untuk kemudian mendukung MATAHARI di Pilwako kali ini.

Dan yang terakhir dan paling fenomena adalah mundurnya Charles Budi Doku. Merelakan posisinya digantikan oleh Hardi Hemeto diinjury time untuk mendampingi Adhan Dambea adalah keputusan yang tiada tara. Betapa tidak, dengan serangan fakta narkoba yang menimpa istrinya pun membuat Sang Wakil Walikota (sekarang Penjabat,red) ini harus mengambil inisiatif walau dilanda dilemanisasi tingkat Dewa.

Gambaran mundurnya para bintang dan tokoh elit politik dikasta kedua (Pilgub level 1,red) Pilkada Gorontalo ini, kembali menyatakan bahwa Pilwako kali ini tak seromantis (Dilan). Salah satu kalimat yang masih trend dewasa ini,

“ Menjadi Walikota Itu Berat, Kalian Takkan sanggup. Biar kami saja.”

Mungkin itu kalimat yang bisa mengilustrasikan sedikit motivasi akibat galaunya tak bisa ikut Pilwako. Menjadi bukti bahwa Pilwako kali ini milik para Raja yang notabene telah mengutus kader biologisnya sebagai Jendral – jendral Perang terbaik disamping Panglima Pembangunan yang juga “numpang” ikut berperang.

Sementara itu, Tahun 2018 dalam ilmu feng Shui dan kepercayaan orang Tionghoa, Tahun ini adalah Tahun Anjing. Jika menilik peruntungan dan langkah baik di tahun yang menjadi tradisi ini, tentu kita bisa melihat peluang masing – masing pasangan calon walikota dengan malihat arti dari Tahun Kelahirannya.

Lahir di Tanggal 29 Agustus Tahun 1959, Marthen Taha yang mempunyai Shio Babi Tanah ini dalam prakiraan menunjukan akan terjadi sesuatu yang tak terduga. Pasalnya, karir pada ramalan horoskop 2018 memprediksi tahun ini akan berbeda dengan sebelumnya dengan prediksi bahwa beban kerja tampaknya akan berkurang dan jauh lebih mudah dibandingkan Tahun lalu. Percaya diri akan memberikan tingkat kenyamanan dalam segala hal.

Bisa dikatakan Tahun ini adalah Tahunnya Adhan Dambea. Mantan Walikota ini lahir ditahun menurut Feng Shui adalah Tahun Anjing. Lahir Tanggal 7 Juni Tahun 1958 pun menurut ramalan horoskop 2018 telah memastikan akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dimana pemilik shio Anjing Tanah ini akan lebih focus menginginkan apa yang diperlukan. Kesibukan adalah akibat yang akan dialami, namun hal itu menurut horoskop akan mengantarkan pada pintu kesuksesan. Hal yang paling penting adalah focus pada kepercayaan diri, mengingat pada tahun ini kesempatan untuk satu kali lebih baik dari tahun sebelumnya memiliki peluang.

Calon Walikota yang terakhir  adalah Mantan Bupati Baolemo atau yang lebih akrab disebut Panglima Pembangunan, Rum Pagau. Banyak karya yang dihasilkan didaerah Ketiga Provinsi Gorontalo itu, sehingga dengan motivasi itulah dirinya mencoba peruntungan dengan maju untuk menjadi Pemimpin Ibu Kota Provinsi Gorontalo.

Lahir pada tanggal 28 oktober tahun 1964, pria yang mempunyai Shio Naga kayu ini diperkirakan lebih inplusif pada tahun ini, Ini tentu akan membuat suasana menjadi lebih dinamis dan menarik namun penuh dengan resiko walau banyak peluang yang akan datang. Kesempatan akan terbuka lebar apabila dilakukan dengan kerja giat dan kerja keras, pasalnya prediksi Feng Shui untuk Shio Naga pada Tahun Anjing ini akan sedikit mendorong untuk mengeluarkan banyak uang walau bisa dipastikan pemilik Shio ini mempunyai simpanan ektra untuk mewujudkan niat dan tujuannya.

Dengan lolosnya ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota pada Pilwako Gorontalo tahun 2018 kali ini , memastikan bahwa tidak akan seromantis apa yang dikatakan Dilan (nama tokoh difilm Indonesia yang lagi trend, red). Bahkan berpotensi perang habis – habisan. Betapa tidak, kubu Matahari juga sebagai incumbent yang diprakarsai oleh Anggota DPR RI Roem Kono dan didukung oleh Rusli Habibie sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo pun dipastikan mempunyai lawan yang seimbang. Saleh Hemeto yang mengutus jendral terbaiknya Hardi Hemeto untuk mendampingi Adhan Dambea dalam Paket ADHA-CBD, didukung financial dan keberuntungan ditahun anjing ini.

Sementara Rum Pagau yang mencoba peruntungannya dikasta yang 1 level lebih naik, lahir sebagai kuda hitam, bahkan secara diam – diam didukung oleh keluaraga para ASN di Kota Gorontalo. Dengan dalil pernah merasakan masa kepemimpinan kedua calon sebelumnya, Rum Pagau adalah alternative terbaik dan menjadi pilihan. Disatu sisi, Rum yang notabene didampingi (Mantan) Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Rusliyanto Monoarfa dinilai masih memiliki amunisi untuk menyamaratakan kemampuan financial untuk melengkapi puputan atau perang habis habisan serta harga diri dipilwako Gorontalo.

Terakhir Penulis menyimpulkan bahwa, Ramalan Feng SHui atau apapun itu namanya tentu tidak selalu benar. Pada Pilkada Boalemo tahun 2017, menyisipkan Uwes Amir Abubakar,SH sebagai satu – satunya calon Bupati yang kalah dan memiliki keunggulan dengan lahir ditahun dalam predisksi horoskop Ayam. Sehingga  bisa dipastikan Tahun Anjing bukanlah patokan untuk menjadi Pemenang. Satu – satunya cara yang terbaik adalah membujuk dan  meyakinkan masyarakat lewat realitas janji politik demi kesejahteraan social bersama.

Mampu membaca psikologis politik masyarakat adalah hal utama yang harus dilakukan. Pasalnya, Rakyat kota Gorontalo adalah rakyat yang memiliki integritas serta komitmen yang tinggi. Manakala hal ini didukung dengan kapasitas, kapabilitas serta kualitas yang kualitatif tentu akan menjadi entri poin yang mampu mewujudkan niat dan tujuan untuk mengabdi pada rakyat Kota Gorontalo. Semoga apa yang diharapkan untuk kemajuan bersama, dapat terealisasikan demi kemakmuran serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selamat Bertarung…!!!

2,872 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini