Faktanews.com (Opini Politik) – Kota Gorontalo, Perhelatan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo Tahun 2018 semakin menarik. Hal ini dikarenakan para kandidat yang telah mendaftarkan dirinya mempunyai catatan sejarah dan sepak terjang yang tidak bisa dipungkiri.

Betapa tidak, Ketiga Bakal Calon Walikota yang telah mendaftar ini adalah para bintang dan kader salah satu Partai  yang bersinar terang dibumi Hulonthalo ini. Selain mempunyai kapabilitas, kapasitas dan masa pendukung yang fanatik, Ketiga Calon Walikota ini adalah Pimpinan dan mantan Pimpinan salah satu Partai serta Ketiganya pernah menjabat sebagai Unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ketiganya pun pernah menjabat sebagai Pemimpin Daerah.

Marthen Taha, Mantan Anggota DPRD Provinsi dan di Pileg 2009 silam berhasil menduduki pucuk pimpinan Lembaga Rakyat itu. Saat ini menjabat sebagai Walikota Gorontalo dan maju Kembali dipilwako Gorontalo dengan posisi sebagai incumben. Adhan Dambea, Mantan ketua DPRD Kota Gorontalo dan dinilai berhasil membawa Kota Gorontalo berubah dalam konsep religiusnya dan Rum Pagau adalah Mantan Bupati Kabupaten Boalemo yang dengan konsep pembangunannya berhasil berkembang dari beberapa aspek penting kehidupan masyarakatnya serta tercatat sebagai mantan Anggota DPRD dua periode.

Hal ini tentu tidak lepas dari peran dan prinsip single fighter yang dimiliki ketiganya, sehingga dalam masa bersinarnya, ketiga Calon Walikota Gorontalo ini bisa juga dikatakan Popular Leader dimasanya, walau tak sedikit  membuat orang lain yang menjadi korban.

Sementara itu jika menyimak para calon Wakil Walikota yang notabene adalah pasangan dari ketiga bintang diatas, mempunyai track record yang cukup menjadi penyanding dan ketiga Balon Wawali ini adalah ikon yang mempunyai keterampilan untuk mengenjot Kota Gorontalo pada sektor usaha karena ketiganya adalah pengusaha. Rian Kono adalah putra Gorontalo yang sukses diperantauan sebagai pengusaha juga punya darah politik milik sang ayah. Hardi Hemeto, terpilih sebagai pendamping dalam waktu dan momen yang “cantik” pun berasal dari keluarga besar Hemeto yang seperti diketahui adalah pengusaha sekaligus salah satu tokoh masyarakat di Gorontalo. Dan saat ini putra kedua itu tercatat sebagai pengusaha dibidang konstruksi, mewarisi tradisi keluarga. Sementara Rusliyanto Monoarfa adalah Sang dokter yang merubah haluan menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Gorontalo dan pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bone Bolango periode 2009 – 2014.

Menariknya, dari profil ketiga balon Wakil Walikota itu, terdapat dua putra mahkota dan pewaris tahta politik di Gorontalo sekaligus pengusaha sukses beda wilayah. Rian Kono adalah anak dari politisi Roem Kono yang juga Anggota DPR RI dan Hardi Hemeto Putra kedua dari H. Saleh Hemeto tokoh masyarakat yang dikenal dermawan, pun menjadi cerita yang sangat menarik dibahas di Pilwako kali ini. Betapa tidak, harga diri seorang ayah akan sangat tergambarkan pada perjuangan sekaligus hasil Filosofi alami seorang manusia ketika menjadi orang tua yang pada prinsipnya  menginginkan anaknya sukses dan berhasil mengikuti jejaknya. Apapun pertaruhan itu, ini adalah pertarungan harga yang akan diperjuangkan habis – habisan demi melihat anaknya tersenyum indah dalam aura bintang bingkai kesuksesan.

Selain itu, Kota Gorontalo sebagai barometer dalam segala hal termasuk catur politik pun harus diakui bahwa uang bukanlah segala – galanya. Diperlukan strategi yang mumpuni untuk memenangkan pesta politik tersebut, dan siapa yang mempunyai strategi tingkat tinggi serta didukung dengan amunisi yang cukup maka dialah yang tampil sebagai pemenang serta bisa jadi dialah panglima politik juga penentu dunia perpolitikan yang baru pasca Almarhum achmad Pakaya yang dulu didaulat oleh Akbar Tanjung pada awal milenium ini.

Kita nantikan bersama kejutan – kejutan dalam proses pilwako Gorontalo lainnya. Pasalnya, dengan tersisihkannya para bintang bintang yang mundur pasca ditutupnya pendaftaran Balon Walikota dan Walikota kemarin (10/1). Termasuk dengan tegarnya keputusan Charles Budi Doku untuk mundur dan pilihan Adhan Dambea yang memiliki pendamping dalam permainan cantik di injury time seperti itu pun menggugah keinginan untuk mencicipi rasa dalam aroma asam manis para peramu ajang pemilihan serentak pilwako Gorontalo 2018. Selamat menikmati…!!!

Oleh : Jeffry As. Rumampuk

1,132 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini