Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia merupakan organisasi penambang rakyat yang dibentuk pada tanggal 24 Agustus 2014 di Kaliurang, Yogyakarta. Berbekal kehadiran perwakilan dari 19 Provinsi saat itu, para perwakilan tersebut menyatakan diri sepakat untuk membentuk Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia disingkat dengan APRI.

Secara umum, APRI adalah wadah yang akan membuka jalan awal kebangkitan para penambang rakyat yang dapat melakukan fungsi pertambangan rakyat secara optimal. Dengan semangat yang menggelora agar rakyat dapat mengelola tambangnya sendiri,  diharapkan APRI menjadi wadah legal bagi pertambangan rakyat yang kolektif dan bertanggung jawab secara ekonomi, sosial dan politik yang berwawasan lingkungan.

Pohuwato, sebagai daerah dengan jumlah sumber daya alam mineral logam dan non logam yang berlimpah ruah merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan yang patut disyukuri dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya menuju kepada cita-cita luhur negara ini yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945 yang diperuntukkan demi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Di daerah Pohuwato sendiri, usia APRI memang terbilang masih seumur jagung karena terhitung baru berdiri 2 tahun sejak dikeluarkannya SK dari DPP APRI pada 2015 silam. Bila dihitung sejak Kongres Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia dan International Conference on Community yang digelar di ANTAM Jakarta pada Selasa tanggal 1 November 2016, DPC APRI Pohuwato baru berumur 1 tahun lebih 1 bulan, namun APRI Pohuwato akan terus  berupaya menghasilkan rekomendasi mengenai pengelolaan tambang rakyat.

Kita dapat membuka dokumen PERDA RTRW atau Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pohuwato, disana ada 5 kecamatan dari 13 kecamatan yang berpotensi sebagai penghasil logam dan mineral pengikut, sekalipun pada faktanya seluruh kecamatan di Pohuwato ini ada usaha pertambangan yang dijalankan oleh rakyat. Oleh sebab itu, kami di DPC APRI Pohuwato menilai selama ini ada yang salah dalam tata kelola tambang rakyat sehingga kerap kali bersinggungan antara keinginan pemerintah, swasta, dan rakyat. Oleh karena itu kami akan terus berupaya untuk melakukan pembenahan dan pengembangan pada organisasi ini.

Saat ditanya visi APRI kedepan, segenap Pengurus APRI Pohuwato akan senantiasa mengupayakan yang terbaik untuk para penambang lintas lokasi di daerah ini. Langkah tersebut pada pekan depan akan kami mulai dengan melakukan pendataan secara keseluruhan jumlah penambang di Pohuwato, sebab selama ini kami hanya memiliki data base jumlah penambang yang berada di beberapa lokasi saja.

Selain itu, kami juga akan membentuk Koperasi APRI yang akan menaungi beberapa BUMDES dan beberapa jenis usaha lainnya dari rakyat penambang dan kemudian akan merbitkan Kartu Anggota APRI. Semua itu akan kami lakukan dalam rangka untuk mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Daerah bahwa status pekerjaan penambang rakyat adalah profesi yang sama seperti petani, wirausaha, nelayan dan profesi yang diakui lainnya. (FN 08)

1,254 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini