Inspektorat Dan Kejaksaan Diminta Turun Langsung

Faktanews.com (Daerah) Kabupaten Boalemo, Polemik tentang peggunaan Dana Desa semakin rawan, pasalnya hampir diseluruh Daerah seluruh Indonesia terkuak akan adanya permainan dari oknum-oknum Tim Pelaksana Kegiatan hingga Kepala Desa yang terindikasi merugikan keuangan Negara.

Kini, hal serupa dirasakan oleh masyarakat Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta yag merupakan jantung Ibu Kota Kabupaten Boalemo, adanya dugan kecurangan terkait perkerjaan jamban yang hingga saat ini belum terselesaikan, serta tidak adanya transparansi dari pihak Pemerintah Desa atas penggunaan keuangan negara.

Salah satu masyarakat Desa Modelomo yang juga kepala tukang pada pekerjaan jamban yang namanya enggan disebutkan kepada Fakta News mengatakan bahwa pekerjaan jamban yang menggunakan dana dsa tersebut terindikasi adanya kecurangan, ketidak adilan serta transparasi terhadap seluruh masyarakat.

” kami merasa ada permainan dari TPK didalam pekerjaan jamban ini pak, kemarin saja waktu 2016 pekerjaan jamban ukuran lebih kecil dari yang sekarang gaji kita para bas itu 1,5 juta / unit jamban, sekarang lebih besar dari yang kami kerjakan kemarin itu gajinya hanya 1,3 juta / unit jamban, sedangkan kami melihat di RAB itu gaji bas 2,5 jutaan / unit jamban pak, dan pada saat saya mempertanyakan mengenai gaji kami yang tidak sesuai kepada TPK malah saya diancam mau dilapor ke polisi pak.” Jelasnya

Ditambahkanya lagi bahwa didalam pekerjaan jamban tersebut ada beberapa item yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dimana dari jumlah sen tidak sesuai serta secara keseluruhan pekerjaan jamban tersebut tidak terpasang dek atau plafon.

“ Beberapa masyarakat yang mengunjunginya dan mempertanyakan seng yang digunakan itu tidak sama jumlahnya, ada yang 5 buah dan ada yang 6 buah seng, jadi menurut saya pak ada permainan di pihak TPK ini, belum lagi pekerjaan jamban ini menurut TPK sudah selesai Namun di 36 unit jamban tidak dipasang dek/palapon padahal di RAB ada terpasang dek/plapon.” Tegas Kepala Tukang kepada Fakta News

Ditempat terpisah, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Sumiati Hamzah saat diwawancarai awak media ini engatakan bahwa persoalan gaji para tukang memang sudah sesuai, dimana masih banyak yang harus ditanggulangi.

“ Soal gaji dari para bas itu sudah seperti itu pak, karena masih banyak juga yang akan kami tanggulangi seperi pengecetan di masing-masing jamban jadi itu sudah di plot kesitu, dan saya tidak pernah mengancam atau melapor masyarakat yang mengeluh tentang pekerjaan ini pak, bahkan kalau ada yang mengeluh saya langsung arahkan ke kepala desa, dan semua sudah sesuai RAB, dimana sen hanya 5 lembar setengah, nah untuk sementara jumlah volume menurutya berbeda-beda jadi, ada yang 6 lembar bahkan ada yang mendapat 7 lembar sen, kemudian untuk masalah dek/plapon belum ada sama sekali yang terpasangkan itu langsung ditanyakan kepada kepala desa saja pak.” Jelas Sumiati

Berbeda dengan jawaban dari Kepala Desa Modelomo Selvia Pido, saat diwawancarai Fakta News mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu dengan gaji para tukang, sebab semuanya sudah diserahkan kepada Tim Pelaksana Kegiatan.

” Soal gaji bas itu saya tidak tahu, karna itu sudah saya berikan tanggung jawab pada TPK, kemudian masalah jamban yang sampai sekarang tidak sesuai RAB tidak dipasang plapon, waktu penyusunan RAB itu saya sudah tegur agar jangan dimasukan plapon supaya sama dengan jamban yang sebelumnya tahun kemarin, dan untuk uang plapon karena sudah terlanjur makanya kami ganti untuk mengisi kekurangan atau peralatan jamban berupa jamban seperti ember, sikat Wc dll.” Tutup selvia

2,351 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini