Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Isu berbagai Pungutan Liar Yang akhir akhir ini menjadi buah bibir masyarakat ini, dinilai sangat meresahkan. Pasalnya, dari pungli yang kecil hingga miliaran rupiah dengan mencatut nama Bupati Boalemo Darwis Moridu pun menghiasi momen HUT Kabupaten yang berusia 18 Tahun itu.

Suharman, salah satu pedagang yang berada dipasar Tilamuta, Kepada Fakta News mengungkapkan kekecewaannya atas pungutan yang dilakukan oleh petugas pengelola pasar. Dimana, pungutan tersebut dinilai tidak sesuai aturan dan dinilai merugikan para pedagang yang berjualan dipasar tersebut.

” Jujur saya kecewa dengan pengelola pasar ini pak. Karena pungutan ini tidak sesuai aturan dan terkesan mengada ngada. Katanya iuran tersebut untuk biaya air dan listrik. Sementara di area kami listrik saya membayar sendiri dan bahkan airpun saya membeli dap air. ” Jelas Suharman.

Suharman menambahkan bahwa selain Pungli biaya Air dan Listrik, pengelolaan uang kebersihan WC yang berada dilingkungan pasarpun sepertinya tidak jelas. Hal ini tentu mengundang pertanyaan sementara pengelolaan pasar dinilai tidak diperhatikan oleh Dinas Terkait dalam hal ini Dinas Perindagkop Kabupaten Boalemo.

” baru minggu lalu mereka dari Dinas Perindagkop melakukan rapat bersama kami karena ini sudah diprotes banyak orang. Uang kebersihan WC tidak jelas, sementara sebelum Dinas seakan cuek dengan masalah ini.” Tambah Suharman.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Kabupaten Boalemo Syahril Mointi, ketika diklarifikasi faktanews.com diruang kerjanya membenarkan bahwa pihaknya baru melakukan pertemuan dengan para pedagang yang berada dipasar tilamuta tersebut. Namun Syahril membantah kalau pertemuan itu adalah yang pertama kali didalam menyikapi permasalahan para pedagang yang berjualan dipasar mingguan itu.

” memang benar, kami baru melakukan rapat antara pihak kami dan para pedagang pada hari sabtu lalu. Namun itu bukan yang pertama, karena menyikapi berbagai masalah dipasar tiamuta itu kami banyak melakukan berbagai pertemuan dengan mereka guna membahas berbagai problem dan kondisi disitu. Menyikapi pungli dan uang kebersihan tersebut, saya belum menerima laporan hasil pertemuan terakhir. Sehingganya saya masih menunggu laporan dari Kepala Bidang yang menangani masalah tersebut.” Ungkap Syahril.

Syahrilpun menambahkan bahwa jika terbukti ada pungli dipasar minggu tilamuta, maka pihaknya akan berlaku tegas dan akan memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

” Dan jika memang ada pungli tersebut, maka tentunya kami akan menindak tegas oknum tersebut.” Tegas syahril.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Tilamuta Ilyas Dukalang ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa dengan adanya informasi maraknya isu pungli di Bumi Damai Bertasbih. Hal ini menurut Ilyas sangat meresahkan karena sifat – sifat tidak terpuji itu tentu sangat merugikan.

” saya miris mendengar banyaknya isu tentang pungli belakangan ini. Apalagi sampai mencatut nama bupati yang baru dilantik. Dan khusus pungli di Pasar Tilamuta, saya rasa harus ada tindakan tegas dari Pemerintah. Apalagi ini melibatkan oknum pengelola pasar. Olehnya sayapun meminta Tim Saber Pungli untuk lebih responsif terhadap masalah Pungli di kabupaten Boalemo. Sangat jelas instruksi pada Perprea Nomor 87 Tahun 2016 tentang Fungsi Tim Saber Pungli. Sehingga saya berharap masalah pungli diboalemo diberantas tanpa pandang siapa dia, istri siapa dia, keluarga siapa dia dan jabatannya.” Tegas Ilyas. (FN-02)

1,210 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini