Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Ajang pemilihan Nou dan Uti Se-Kabupaten Boalemo Tahun 2017 menuai protes dari salah satu pendamping peserta yang ikut, pasalnya  Gelar nou dan uti yang selalu diadakan dalam setahun sekali tersebut terkesan dipaksakan oleh pihak panitia penyelenggara.

Meski pada tanggal 23 Oktober 2017 kemarin menghasilkan jawara Indri Bawolye selaku utusan dari RSTN Boalemo sebagai nou, dan Ramly Djafar sebagai uti Kabupaten Boalemo, namun dianggap tidak sah dikarenakan salah satu jawara memiliki penampilan yang tidak maksimal.

Kegiatan yang turut dihadiri Wakil Bupati Boalemo, Anas Jusuf, Kapolres Boalemo, dan beberapa pimpinan SOPD tersebut, ke delapan pasang finalis nou dan uti tampil secara maksimal dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Namun saat penetapan 5 besar (5 pasang) nou dan uti, protes dari para pendamping peserta mulai ramai. Puncaknya saat Indri dan Ramly ditetapan sebagai nou dan uti Kabupaten Boalemo, protespun kian gencar disuarakan.

Menurut salah satu pendamping peserta yang tak ingin disebutkan namanya, penetapan Indri sebagai nou Boalemo tidak tepat, sebab dari awal mengikuti tes wawancara hingga beberapa penampilannya sangat kurang jika dibandingkan dengan kontestan lainnya.

“Dari awal tes wawancara dia datang terlambat, juga seragam yang ditentukan panitia, tidak diikuti,” terang narasumber.

Meski demikian kegiatan yang berkhir pada pukul 00.30 wita tersebut, tetap berlangsung lancar hingga penutupan acara digelar.(Tim)

3,753 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini