Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato. Hari ini, Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dan Jaringan Warga Peduli Lingkungan dan Pertambangan (Jaga Pelita) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan dan Pertambangan (For Malintang) kembali menyurati pihak kepolisian resort Pohuwato, tampak isi surat tersebut menyatakan bahwa Aliansi ini akan kembali menggelar demonstrasi pada Rabu mendatang.

Humas APRI, Fauzan Azim saat ditemui oleh awak Fakta News dirumahnya siang tadi mengungkapkan bahwa demonstrasi yang akan digelar pada Rabu mendatang sebagai rencana tindak lanjut dari hearing yang akan dilaksanakan pada hari Senin nanti.

“Unjuk rasa yang akan kami gelar Rabu nanti akan bergantung pada hasil hearing di DPRD pada Senin lusa. Bila hearing tersebut tidak menemukan titik terang maka rakyat penambang akan melakukan pemblokiran jalan tambang untuk perusahaan dan menyegel gedung DPRD serta akan menduduki kantor PEMDA Pohuwato.” Tegas Fauzan.

Korlap Aksi, Yosar Ruiba yang didampingi oleh Ketua JAGA PELITA, Herman Moigo, saat dikonfirmasi via seluler membenarkan adanya rencana demonstrasi ini.

“Sebagai Wakil Ketua APRI, saya mendapatkan mandat dari Ketua APRI Yopin Sukoli untuk mengkoodinatori gerakan massa pada Rabu nanti. Kebetulan saat ini saya sedang bersama Ketua JAGA, jadi APRI besama kawan-kawan JAGA PELITA dan segenap rakyat penambang lintas lokasi memastikan bahwa aspirasi ini akan kami komunikasikan secara elegan ke pihak terkait, namun bila Senin nanti tidak beroleh solusi yang berpihak pada hak-hak rakyat penambang maka suka tidak suka kami akan kembali menggelar demonstrasi bukan sekedar demonstrasi pada Rabu mendatang”. Beber Yosar.

Sebelum berita ini di lansir, awak FaktaNews mendatangi salah seorang tokoh masyarakat, Suleman Hasan, yang juga sebagai Kepada Desa Hulawa. Pria yang sering disapa dengan Ayah Nanai atau Pa’ade Nanai ini mengutarakan bahwa beliau dan segenap masyarakat Hulawa sangat berterima kasih dengan adanya dukungan dari APRI dan JAGA PELITA yang selama ini masih terus eksis dalam mengawal hak-hak masyarakat penambang.

“Sebagai orang yang dituakan di desa ini, kami beserta rakyat desa Hulawa sangat bersyukur dengan adanya kepedulian dari anak-anak muda yang secara terus-menerus tak bosan-bosannya memberikan sumbangsihnya untuk memediasi dan memfasilitasi hak rakyat penambang selama ini, sebab setahu kami, sebagian besar mata pencaharian masyarakat di sini hanya tambang emas, bila misalnya rakyat penambang diturunkan oleh perusahaan maka kemana lagi rakyat akan mengadu nasib mereka”. Protes Ayah Nanai.

Ditempat terpisah, seorang penambang yang beralamat di desa Taluduyunu, Meli Tantu mengungkapkan bahwa sudah saatnya rakyat penambang bersatu demi memperjuangkan hak dan jaminan untuk tidak diturunkan dari lokasi tambang yang sudah puluhan tahun dikelola oleh rakyat.

“Yang namanya penambang harus rela berkorban jiwa dan raga bila diperlukan, demi memastikan terpenuhinya hak-hak rakyat penambang itu sendiri, agar pemerintah daerah dan perusahaan terbuka hati dan pikirannya dalam memberikan jaminan mencari nafkah kepada kami.” Tutup Meli.Bersambung (FN-08)

3,539 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini