Faktanews.com (Daerah) Kabupaten Pohuwato. Lagi, kembali terjadi kericuhan dan kekecewaan yang kedua kalinya pada kelompok penambang rakyat segmen talang/ijuk untuk spot lokasi Borose dan Nanasi. Pasalnya, pada Rabu (4/9/2017) beberapa hari yang lalu, di Kantor Desa Hulawa Kecamatan Buntulia sempat diselenggerakan kegiatan Temu Penambang Rakyat Segmen Talang yang berjumlah 38 orang oleh Tim Verifikasi Tali Asih dari lintas SOPD Pemda Pohuwato. Pada pertemuan saat itu diperoleh beberapa kesimpulan kesepakatan yang diantaranya yakni Tim Verifikasi bersama para penambang akan melakukan peninjauan lapangan di titik lokasi Borose dan Nanasi untuk mencatat dan memastikan kepemilikan jumlah properti talang rakyat.

Tanggal 9 hari Senin adalah waktu yang telah disepakati oleh para peserta rapat saat itu, namun hingga berita ini diturunkan, aktivitas peninjauan lokasi tersebut nyaris tak terlihat. Tampak oleh awak media FaktaNews dilapangan pada pagi hari tadi bahwa sebagian pengurus APRI (Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia) Kabupaten Pohuwato, pengurus Jaga Pelita dan kolompok penambang serta Satpol PP setempat sedang berkerumun di kantor desa Hulawa sambil menunggu kedatangan pihak Pemerintah Daerah dari lintas OPD untuk melakukan peninjauan lokasi yang berjarak kurang lebih 5 KM dari kantor desa Hulawa.

Sampai pada pukul 16.00 waktu setempat, pihak Pemda tersebut ternyata tak kunjung datang. Menurut wakil ketua APRI Pohuwato, Yosar Ruiba, sebagai lembaga yang ikut eksis dalam mengawal persoalan ini, berdasarkan hasil komunikasi APRI dengan pihak Tim Verifikasi khususnya Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato bahwa nanti pagi tadi sekitar pukul setengah Enam yang bersangkutan menerima informasi via sms dari salah satu staf Dinas LH bahwa hari ini tidak jadi turun lapangan, “Pada setengah enam pagi tadi, ibu Yustin sudah memberitahu saya lewat sms bahwa hari ini tidak jadi turun lapangan karena alat-alat yang dibutuhkan dilapangan seperti GPS baru bisa disiapkan nanti hari Rabu tanggal 11 lusa.” Tutur Yosar.

Ditambahkannya, kelompok penambang yang ada di kantor desa saat ini hanya sebagian kecil saja, sebagian besarnya sudah lebih dulu menuju lokasi sejak Sabtu dan Minggu kemarin. “Setahu kami bahwa hari ini sudah final turun lapangan, jadi sebagian besar penambang dari 38 orang tersebut sudah lebih dulu menuju lokasi dan menunggu Tim Verifikasi disana,” Ungkapnya.

Wakil Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Sumitro Monoarfa saat dikonfirmasi via seluler membenarkan adanya kegiatan peninjauan lokasi yang telah terjadwal pada hari ini.

“Pada hari Rabu saat acara Temu Penambang saat itu saya juga ikut hadir karena didelegasikan untuk mewakili Kepala Dinas yang berdasarkan SK SPT notabene sebagai Ketua Tim Verifikasi Tali Asih, seingat saya hari Senin tanggal 9 ini sudah final untuk turun lapangan. Namun karena sayapun tidak beroleh mandat dari pimpinan maka sayapun tidak bisa berkomentar lebih.” Ungkapnya bernada protes.

Di tempat terpisah, Ketua Jaga Pelita Pohuwato, Herman Moigo menyampaikan kepada FaktaNews bahwa pengurus dan segenap penambang sangat menyayangkan inkonsistensi yang terjadi pada Tim Verifikasi saat ini.

“Saya mewakili suara para penambang yang saat ini sangat kecewa dan menaruh rasa antipati terhadap inkonsistensi tim yang terhitung sudah dua kali ini membohongi kami dan para penambang, melalui media ini kami berharap agar aspirasi kami dapat dibaca langsung oleh Bupati Syarif Mbuinga. Kami mendesak Ketua Tim Verifikasi diganti saja dengan orang lain, karena orangnya yang tidak kooperatif dalam berkomunikasi demi kepentingan rakyat penambang.” Tutup Herman.

Sebelum berita ini dilansir, awak FaktaNews sudah mencoba menelpon Bupati Pohuwato, namun sayangnya handphone beliau tidak aktif.(Bersambung) (FN-08)

2,624 kali dilihat, 25 kali dilihat hari ini