Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Adanya Isu-isu yang beredar cukup kencang di media social dan diseputaran masyarakat akhir-akhir ini, terkait kabar pecah kongsi antara Bupati Darwis Moridu dan Wabup Anas Jusuf pun dinilai cukup meresahkan.

Pasalnya, Pemerintahan yang baru 4 (Empat Bulan) berlangsung ini diisukan retak akibat arogansi dari Bupati Darwis dan akhirnya menjadi buah bibir dilingkungan masyarakat Kabupaten Boalemo. Hal ini dibuktikan dengan pemasangan baliho Pemerintahan yang menjadi objek penilaian awal di beberapa kalangan, dimana Baliho atas nama Pemerintah Daerah saat ini hanya memajang foto Bupati Darwis Moridu tanpa ada Wakil Bupati disampingnya.

masyarakat mulai mempertanyakan Karena umur Pemerintahan yang dikenal dengan paket DAMAI ini baru seumur jagung. Terkait hal itu, Faturachman Warga kecamatan Wonosari kepada Faktanews.com mengatakan bahwa dirinya mulai bingung dengan konsep Pemerintahan yang baru saja mendapatkan kepercayaan dari rakyat.

Dimana isu pecah kongsi ini sudah santer dikalangan masyarakat dan mulai dipertanyakan, apalagi jka dikaitkan dengan tidak jadi digelarnya dialog penjabaran 14 program antara mahasiswa dengan Bupati Boalemo ini menambah keraguan dirinya atas kepemimpinan Damai didalam mensejahterakan masyarakat.

“ Mereka (Damai) baru saja diberikan kepercayaan rakyat untuk memimpin daerah ini. Baru umur 4 bulan sudah ada isu pecah kongsi, padahal berita dikoran sesaat dilantik Bupati mengatakan bahwa paket Damai akan bertahan hingga akhir periode. Ini baru 4 bulan saya dengar sudah pecah kongsi akibat Bupati yang tidak lagi menggunakan wabupnya dalam beberapa kegiatan pemerintahan termasuk kebijakannya.Nah ini kan sangat meresahkan kami sebagai masyarakat kecil, apalagi dalam pemberitaan beberapa waktu lalu soal gagalnya dialog penjabaran 14 program Damai, kalau begini kami sebagai rakyat kecil jadi tambah ragu jika ini diteruskan.” Ujar Faturachman.

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD), Nurmawan Pakaya mengatakan bahwa isu pecah kongsi ini sudah dapat diprediksi sebelumnya. Pasalnya, arogansi – arogansi yag terjadi belakangan ini khususnya dilingkungan Pemerintah Daerah telah menjadi pemicu pecah kongsi. Hal ini dikarenakan polemik internal yang terjadi akibat isu pembisik – pembisik Bupatilah yang menjadi akar muakar masalah itu.

“ Pecah kongsi itu sudah bisa diprediksi, ini pembisik – pembisik Bupatilah yang menjadi entri point terkait setiap masalah yang timbul dilingkungan Pemerintah Daerah. Dan untuk itu, kami punya bukti – bukti dan data Apa kenapa dan siapa yang akan dilengserkan akhir tahun ini.” Ungkap Pria yang akrab disapa Kama ini.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo Ulul Azmi Kadji dalam tanggapannya mengatakan bahwa jika isu tersebut benar maka dirinya sangat menyesali kondisi tersebut. Dimana sebagai Aleg Dapil Pohuwato – Boalemo tentu berharap agar kejadian itu tidaklah benar.

“ jika hal itu (Isu Pecah Kongsi) benar, maka saya sangat menyesalkan kondisi tersebut. Karena yang pasti ini akan sangat berpengaruh pada proses pemerintahan yang ada didaerah, baik proses pembangunannya maupun pelayanan publik. Dan saya berharap agar kiranya kondisi ini segera normal kembali agar kemudian public tidak diresahkan. “ Bilang Ulul. (FN 02-03)

6,349 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini