Caption : Ketua Barisan Masyarakat Penegak Demokrasi Nurmawan Pakaya
Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Polemik Program kerja dan Kepemimpinan DAMAI (Darwis Moridu – Anas Yusuf) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boalemo untuk masa bhakti 2017 – 2022, kini mulai dituntut. Pasalnya, Kilah dari beberapa person di sosial media kala sebagian pengguna medsos mempertanyakan 100 Hari kerja dan kejelasan 14 program Damai, yang menyatakan bahwa Pemerintahan Damai saat ini masih melanjutkan sisa anggaran dari Pemerintahan sebelumnya pun menuai banyak kritikan.

Hal tersebut itu juga disampaikan oleh Plt Sekertaris Daerah Kabupaten Boalemo saat menerima masa aksi demo Senin (25/9).  Dimana Sekda Husain Etango mengatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati baru terpilih dan menjalankan tugasnya baru sekitar 3 Bulan lebih, dan anggaran APBD belum bisa dikelolah sepenuhnya oleh bupati, Nanti di tahun 2018 ke 14 Program tersebut akan dijalankan sesuai janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati terpilih. 

( baca : http://www.faktanews.com/2017/09/14-program-janji-damai-taburan-janji.html )
 
Ketua Barisan Masyarakat Penegak Demokrasi Nurmawan Pakaya kepada Faktanews.com mengatakan bahwa benar program yang dijalankan oleh Pemerintahan Damai saat ini adalah program yang telah dirancang oleh Pemerintahan PAHAM. Dimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DAMAI belum ada, sehingga untuk memasukan 14 program itu belum diketahui oleh DPRD untuk kemudian dibahas bersama oleh Eksekutif dan Legislatif. ” Memang benar jika Pemerintahan sekarang masih menjalankan program yang dirancang oleh pemerintahan paham kemarin, Namun RPJMD Damai hingga kini seperti kita tahu belum ada. Sehingga untuk memasukan 14 program tersebut seharusnya diketahui DPRD, jadi eksekutif dan legislatif harusnya duduk bersama untuk rancangan tersebut.” Urai Nurmawan.

Selanjutnya Nurmawan menjelaskan bahwa keseriusan Pemerintah Daerah untuk mempercepat RPJMD dan RKPD. Hal ini menurut pria yang akrab disapa Mawan ini bahwa jika berkaca pada Pemerintahan Paham yang kala itu baru berumur 30 hari, RPJMD nya sudah masuk ke DPRD kemudian langsung disahkan oleh DPRD. ” Saya lebih sepakat berbicara tentang 100 hari dan bukan program kerja, tapi bagaimana berbicara tentang pemerintahan Damai untuk menseriusi bagaimana dipercepat RPJMD dan RKPD sebagai kunci masuk untuk memasukan 14 program, seharusnya jika kita berkaca dari Pemerintahan Paham kemarin itu,  baru jalan 30 hari sudah masuk dan sudah disahkan dalam DPRD, dan kini Pemerintahan Damai yang sudah lewat 100 hari kerja belum ada masuk di DPRD. Ini yang membingungkan, padahal dyang butuh ini juga adalah mereka juga. Sehingga jika ini tidak diseriusi, maka hal ini harus diragukan karena terkesan Pemerintah tidak serius, karena untuk membuat RPJMD saja tidak becus.” Tegas Mawan.

Sementara itu, Salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Boalemo yang namanya tidak mau disebutkan ketika diklarifikasi Faktanews.com mengatakan bahwa pihaknya saat ini bukan berdiam diri. Namun pihaknya juga menunggu usulan tersebut dari Eksekutif. Hal ini dikarenakan DPRD tidak mempunyai dasar untuk mensahkan RPJMD yang belum tersusun tersebut. ” Kami (DPRD) bukan diam melainkan kami tidak mempunyai dasar. Karena percuma membahas 14 program sementara RPJMD belum tersusun dan tidak dibahas, karena ini adalah factor berbicara pembangunan 5 tahun kedepan.” Jelasnya.

Ditambahkan pula bahwa  persoalan daerah harusnya diseriusi oleh pihak Eksekutif dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati. Dimana pihaknya juga memprotes kegiatan Bupati yang sering keluar daerah sementara terkesan tidak peduli dengan 14 program yang dijanjikan kepada rakyat. ” Kepala daerah jangan hanya bolak balik luar daerah, kalau betul-betul peduli hal terkait dengan 14 program yang sudah dijanjikan kepada masyarakat, minimal diperubahan anggaran itu sudah ada dua atau tiga program yang sudah bisa disisipkan,
Mengapa RPJMD harus dipacu karena ini juga akan dibahas oleh DPRD apakah sinkron dengan RPJP atau tidak…????” Tutup Aleg tersebut. (FN 02-03)

516 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini