Ultimate magazine theme for WordPress.

Tidak Beres, Puluhan Miliar Dana LPJK Gorontalo Tidak Dipertanggungjawabkan

Caption :Logo LPJK

Faktanews.com (Daerah) Gorontalo, Untuk meningkatkan kuaitas konstruksi pembangunan yang ada, salah satu tugas dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) adalah Melakukan registrasi tenaga kerja konstruksi, meliputi klasifikasi, kualifikasi dan sertifikasi keterampilan dan keahlian kerja. 


Dalam perjalanannya, khusus LPJK Gorontalo telah memberikan prestasi yang cukup signifikan. dimana dalam periode 2011-2015 plus tambahan 1 Tahun periode hingga Tahun 2016, LPJK Gorontalo dibawah Kepemimpinan KS alias Karim sebagai Ketua dan ZS alias Zul sebagai Maneger telah menghasilkan Puluhan ribu sertifikasi baik SKA maupun SKT dari 1200 perusahaan. Namun dibalik capaian tersebut, terindikasi rupiah yang dihasilkan raib hingga puluhan miliar. 

Pada laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana yang ditujukan kepada Gubernur Gorontalo dengan nomor surat : 051/GRHN/V/2017, diduga LPJK Gorontalo dibawah kepemimpinan KS ada dugaan tindak pidana korupsi yang mencapai 33 Miliar Rupiah. Hal ini terungkap  pada laporan pertanggungajawaban dari Ketua LPJK Lama kepada Ketua LPJK Gorontalo periode 2016-2020, yang dihadiri langsung oleh Zudan Arif Fakrulloh yang kala itu sebagai Penjabat Gubernur  Gorontalo. ” Dalam laporan pertanggung jawaban itu disebut hanya 33 Miliar, padahal pada data SIKA, Pemasukan LPJK mencapai 38 Miliar dan sampai sekarang belum ada laporan pertanggung jawaban keuangan yang dikelola oleh pengurus sebelumnya.” ungkap sumber yang tak mau disebutkan.

Selain laporan keuangan yang tak dapat dipertanggungjawabkan, masalah gedung yang dibangun menggunakan dana yang berasal dari pemasukan LPJK inipun muncul kepermukaan. Pasalnya, legalitas dari gedung tersebut tidak jelas kepemilikannya. 

Manager Eksekutif LPJK Gorontalo, H. Abdullah Mansur

Abdullah Mansur, Manager Eksekutif LPJK periode 2016-2020 kepada faktanews.com menjelaskan bahwa hingga kini dirinya tidak tahu status kepemilikan dari gedung yang berada di Jalan Bypass Kelurahan Tamalate Kota Gorontalo ini. Menurutnya, gedung yang bernilai miliaran rupiah ini terinformasi menggunakan nama dari Ketua dan Manager eksekutif periode sebelumnya.” Saya kurang tahu pasti gedung itu milik siapa. hanya yang saya tahu, menurut informasi dari teman – teman bahwa karena tidak bisa menggunakan nama LPJK, makanya disertifikat menggunakan nama mereka berdua.” Ujar Pria yang akrab disapa Mul ini.

Disinggung soal pendapatan organisasi yang bergerak dibidang konstruksi selama periode 2011-2016 yang raib, Mul mengatakan belum mendapatkan laporan baik secara resmi maupun non formal terkait dana tersebut. ” semenjak saya dilantik hingga saat ini, saya belum menerima laporan pertanggung jawaban dari pengurus sebelumnya. bahkan kami harus memulai semuanya dari nol.” ungkap Mul.

Sementara itu, Saman Molangga pegawai senior LPJK Gorontalo yang dalam laporan LSM Gerhana adalah saksi kunci terkait raibnya 33 Miliar dana milik Lembaga yang mempunyai tanggung jawab terhadap pengembangan konstruksi baik secara nasional maupun daerah, kepada faktanews.com menjelaskan bahwa dirinya telah berulang kali diperiksa pihak yang berwenang terkait kasus ini.

Dalam penjelasannya, Saman mengiyakan persoalan laporan keuangan yang hingga saat ini tidak dipertanggung jawabkan dan persoalan pembangunan gedung baru milik LPJK. ” iya saya tahu tentang masalah itu (LPJ,red), namun untuk lebih kedalamnya saya tidak tahu karena saya hanya karyawan biasa. kalau soal pembangunan gedung itu, yang saya tahu ada pada proses awal pembangunannya. namun untuk pembangunan selanjutnya saya tidak tahu. Dan itu sudah saya katakan waktu diperiksa di Polres Gorontalo Kota maupun pihak Inspektorat Provinsi Gorontalo.” Jelas Salman.

Bersambung… (FN02)




187 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments