Owin S. Mohi, SH
Kepala Seksi Pelatihan Tenaga Kerja
Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Sebuah konstribusi yang nyata akan lahirnya kemiskinan adalah Pengangguran, ketidakpedulian kepada para pengangguran yang ada di Daerah secara tidak langsung telah menanamkan dan menumbuhkan embrio kemiskinan di Bumi Panua, yang konon katanya telah mengalami peningkatan.

Polemik tentang banyaknya para pengangguran sama halnya dengan sebuah lingkaran yang tak berujung pangkal, dimana setiap tahunnya, angka kelahiran, banyaknya siswa dan siswi yang lulus sekolah  serta para sarjana muda pun turut mempengaruhi perekonomian Daerah.

Dimana dampak yang diberikan oleh para pengangguran seperti, Menurunnya Pendapatan Daerah, Menurunnya daya beli masyarakat, meningkatnya beban sosial dan biaya hidup masyarakat, sehingganya, Dinas Tenaga Kerja dan Transigrasi Kabupaten Pohuwato siap mengawal dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kualitas Sumber daya manusia, tanpa terkecuali.

Kepala Seksi Pelatihan Tenaga Kerja Owin S. Mohi usai menutup kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Berbasis Masyarakat kepada Fakta News mengatakan bahwa saat ini Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi tengah dituntut untuk aktif dan kreatif untuk mengatasi pengangguran.

“Kami pun saat ini akan mengikuti sebuah cara sederhana, mengingat masalah ketenaga kerjaan bersifat multidimensi, sehingganya kami menggunakan cara yang multidimensi pula,  pertama, kami akan memperluas kesempatan kerja dengan cara membuka lapangan kerja baru, yakni di bidang pertanian, industri, perdagangan serta dibidang jasa, kedua meningkatkan kualitas pendidikan, dimana masyarakat yang baru lulus akan siap untuk menjadi tenaga yang terampil serta mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha atau industri rumah tangga.”Jelas Owin

Caption : Foto Kegiatan Penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Pelatihan Berbasis Masyarakat Yang Dilaksanakan Oleh Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Pohuwato
Ditambahkannya lagi, bahwa dalam kegiatan pelatihan yang baru ini dilaksanakan, telah meluluskan 16 orang di kejuruan otomotif, 32 orang kejuruan IT, 16 orang untuk kejuruan bangunan, 16 orang kejuruan menjahit serta 48 orang di kejuruan elektronik yakni service handphone.

“Dengan cara yang multidemensi, kami dari Nakertrans Pohuwato pun termanifestasi dalam bentuk kegiatan pelatihan yang telah kami lakukan secraa umum, dimana kami telah melatih 192 orang yang tersebar diseluruh bagian Kabupaten Pohuwato, baik dari Popayato hingga Kecamatan Paguat, namun hal itu tidak serta merta membuat kami yang ada di Disnakertrans selesai melaksanakan pekerjaan kami, ada satu fase lagi yang akan kami lakukan untuk memastikan apakah anak didik kami telah mendapatkan pekerjaan atau tidak.” Tegas Owin seraya manambahkan,

“Dimana fase ini kami sangat berkeyakinan untuk dapat melaksanakannya secara sendiri, tetapi harus ada keterlibatan Dinas-Dinas lain dan Pemerintah Desa untuk dapat memback up mereka dengan bantuan peralatan dari Dinas terkait serta mendapatkan stimulus anggaran dari Desa, sebab, dengan terbentuknya sistem kerja terpadu antar Dinas, baik Dinas Sosial, PMD dan Perindakop, kami yakin masalah pengangguran yang ada di Pohuwato akan tertekan.”Tutup Owin. (FN-01)

36 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini