Capture : Aksi Demo Ratusan Siswa Madrasah Se-Kabupaten Pohuwato Dengan Berjalan Kaki

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tentang Hari Sekolah mendapat kecaman dari seluruh Warga Nahdiyin Pohuwato, pasalnya hingga dengan saat ini belum ada kejelasan tentang pemberlakuan Full Day School dari Pemerintah Pusat.

Polemik 40 Jam Belajar ini dinilai malah memberatkan para siswa, sebab program belajar mengajar hingga pukul 16.00 wita dapat mengakibatkan para siswa yang ada di Kabupaten Pohuwato kelelahan, sehingga banyak siswa yang jatuh sakit khususnya para siswa yang masuk dalam kategori anak usia dini.

Koordinitaor Lapangan dan juga sebagai Ketua IPNU Kabupaten Pohuwato Rian Uno dalam orasinya menyampaikan, bahwa dengan penerapan Peremendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang sistem pendidikan  Full Day Scool sangat tidak rasional karena para siswa harus dipaksa untuk mengikuti sistem yang dinilai sangat menyusahkan ini. Sehingga menurut analisis mereka dengan diberlakukannya Full Day Scool ini dinilai banyak kerugian ketimbang azas manfaatnya. Ditambah lagi di Kabupaten Pohuwato banyak sekolah yang infrastrukturnya belum memadai.

“Mengingat tingginya gejolak serta keresahan yang terjadi di masyarakat Kabupaten Pohuwato maka dengan ini selaku pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan pengurus lembaga dan pengurus Banom NU Kabupaten Pohuwato menuntut, menolak Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang hari sekolah dan hentikan pemberlakukan Full Day Scool di Kabupaten Pohuwato,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Iwan S Adam didampingi anggota DPRD Johannis R Sampe, Yusuf Sadapu dan Ketua Fraksi BTI Yunus A Usman saat menerima masa aksi tersebut mengatakan, bahwa DPRD akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan melaksanakan rapat kerja dengan pemerintah daerah dalam rangkaian menggevaluasi terkait penerapan Full Day Scool di Kabupaten Pohuwato. Karena saat ini DPRD banyak mendapatkan laporan dan keluhan dari orang tua siswa terkait penerpan sistem ini.

“Secara fisik, siswa dihadapi pada tantangan ketahanan fisik. Perubahan jam sekolah menjadi lebih panjang bisa membuat siswa lelah, terlebih bagi yang berusia dini. Sementara anak-anak membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa berkonsentrasi secara maksimal. Dan dari aspek ekonomi penambahan jam belajar sekolah parktiknya menambah beban finasial oang tua. Olehnya itu, penerapan sistem ini harus di kaji bersama agar tidak memberikan efek negatif terhadap perkembangan anak didik,” Jelasnya. (FN-01)

30 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini