Caption : Suasana Aksi Demo Kasus Pencemaran Nama Baik Ketum PB-KPMIP Saat Diterima Oleh Anggota DPRD Pohuwato

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Terkait kasus pencemaran nama baik saudara Rozlan Tawaa, dalam kehidupan kaderisasinya sabagai seorang yang terkader dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) maka Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato melalui Wakil Sekretaris Umum Bidang Pembinaan Umat Santo Ali mengecam keras pihak terkait agar menseriusi persoalan yang menimpa saudara Rozlan Tawaa yang telah dikatakan oleh salah seorang Birokrat sebutlah namamya berinisial RB yang menjabat Sekretaris disalah satu OPD di Kabupaten Pohuwato yang mengatakan saudara Roslan sebagai Pemeras yang membuat kader HMI Pohuwato tersinggung sesama kader hijau hitam.

“Kami menginginkan agar persoalan ini diseriusi oleh seluruh elemen atau pihak terkait sebelum ini berlarut-larut tanpa ada kepastian, dan jangan sampai kasus ini ditunggangi oleh kepentingan segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab dan hanya akan berimbas pada orang-orang yang tidak bersalah dan akan merugikan kami keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam khususnya HMI Cabang Pohuwato” Pungkas Santo Ali

HMI Cabang Pohuwato ikut prihatin atas kasus yang menimpa saudara Rozlan Tawaa yang merupakan Alumni Latihan Kader II (LK2) HMI Cabang Pohuwato, kami sebelumnya sebagai lembaga HMI masih menelusuri kasus ini namun lagi-lagi kasus ini disinyalir akan membawa-bawa nama salah seorang Alumni HMI yang pada saat itu sebagai orang yang sama-sama dikader di HMI maka wajar ketika ada kadernya dihina atau dikatakan sebagai pemeras beliau tersinggung sebagai sesama keluarga besar HMI.

“Kami meminta agar kasus ini diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah daerah, DPRD Pohuwato dan Kepolisian Resort Pohuwato apabila tidak dituntaskan maka kami akan membuat surat kepada Pengurus Besar HMI agar menidaklanjuti kasus pencemaram nama baik saudara Rozlan Tawaa sebagai kader HMI yang dilakukan oleh Oknum Pejabat Daerah sebutlah nama yang bersangkutan berinisial RB, kami meminta kasus ini diselesaikan baik dalam rana Hukum, Pemerintah dan pihak terkait khususnya sanksi etik bagi seorang ASN yang tidak terjaga lisannya” Pungkas Santo Ali dengan nada tegas

Santo mewakili teman-teman HMI Pohuwato juga mendesak kepada DPRD Pohuwato agar benar-benar profesional dan mengesampingkan kepentingan kelompoknya dan lebih mengutamakan kepentingan Rakat dan kami meminta pihak DPRD jangan diam dengan persoalan ini, jika tidak kami akan menggandeng seluruh kader dan alumni HMI Se Pohuwato untuk melakukan aksi ultimatum menduduki DPRD Pohuwato. Tutup Santo. (SA)

40 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini