Oleh : Rizal Kasim / Profesional Muda Gorontalo


Faktanews.com (Tajuk) – Gorontalo, Sudah hampir seminggu saya menghabiskan waktu, menikmati Thailand dan Kamboja khusunya belajar manajemen pemasaran industri pariwisata di 3 negara ini, berikut 2 point yang bisa saya share ke teman – teman. Jika produkmu tidak laku, mungkin pasarmu tidak tepat Saya sering kali menemui pengusaha pemula yang senang berganti bisnis hanya dalam hitungan minggu. Hari ini ketemu dia jualan hijab minggu depan sudah ganti bisnis jus. Salah satu alasan yg banyak saya dengar adalah bahwa produk tidak laku sehingga harus segera ganti bisnis agar bisa cepat sukses. Benarkah produknya yg jelek atau pasarnya yg salah sasaran? Di siem reap kamboja saya bertemu dengan banyak orang dan salah satu kesempatan emas yg saya dapat adalah diskusi dengan pemilik hotel yang fokus menggarap para pelancong jepang. Hostel ini sangat ramai sekali dengan orang jepang, dan memang fokus pemasarannya hanya untuk turis jepang, kebetulan hanya saya yang non jepang tinggal di hostel ini. Di bercerita ketika hostel lain rame dia sepi karena waktu libur orang jepang beda dengan negara2 lain, akan tetapi dengan fokus ke salah satu target pasar dia selalu full di musim tertentu dan sangat mudah dalam menerapkan strategi pemasaran, bayangkan jika dia menggarap semua calon turis yang datang? Berapa banyak energi yang harus dikluarkan untuk merayu pasar internasional? Berapa banyak di antara kita yang ketika ditanya siapa target pasar Anda ? kita selalu bilang ” semua orang” ini tentunya terlalu luas dan sulit untuk disasar apalagi jika modal sangat kecil. Cerita lain datang dari pengusaha makanan yang fokus pada pasar muslim, walaupun jumlah pelancong muslim di siem reap tidak sebanyak yg lain tetapi ceruk pasar ini sangat khusus dan seksi plus banyak yang rela menghabiskan uang untuk bisa menikmati makanan halal, skali lagi mereka fokus ke pasar yang butuh makanan halal daripada ikutan dengan yang lain menjual segala macam makanan dengan target pasar yg terlalu luas.


Bisnis sama targetnya bisa beda Nah satu lagi, dari pasar yang sama misalnya orang jepang, tentu ada kelasnya yang bisa jadi target utama. Bisnis yg sama bisa saja menyasar target yang beda. Sama sama jualan hostel satu utk orang2 jepang kaya dan satu lagi untuk kelas mahasiswa. Semuanya laku. Sekarang mau fokus ke yg mana? Saya melihat beberapa hostel fokus menggrap pelanggan kelas atas, ada juga yg fokus menggarap pelancong dgn dompet kecil. Sekali lagi bisnisnya sama sama hostel tapi bisa menyasar target yang berbeda kelas. Bagaimana dengan segmentasi dan targeting bisnis kita? Coba dipikirkan kembali. Lain waktu saya akan share cara mensegmentasi pasar ketika balik ke indonesia. Sekian dari saya semoga bermanfaat. “31 Maret 2017 dari perbatasan Kamboja Dan Vietnam”

79 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini